kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penyaluran Pinjaman Fintech P2P Lending Naik, Begini Kondisi Sejumlah Pemain


Kamis, 11 Januari 2024 / 17:29 WIB
Penyaluran Pinjaman Fintech P2P Lending Naik, Begini Kondisi Sejumlah Pemain
ILUSTRASI. Peer to Peer Lending.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending di Tanah Air berhasil menyalurkan pinjaman dengan nilai yang cukup fantastis hingga akhir tahun 2023. Ini sepadan dengan data regulator yang mencatat pertumbuhan pinjaman hingga November 2023.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending tumbuh 18,06% year on year (YoY) menjadi Rp 59,38 triliun di November 2023. Lantas bagaimana penyaluran pinjaman di masing-masing pemain?

PT Akselrasi Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) mencatat, berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 2,85 triliun sepanjang tahun 2023. Nilai ini mengalami penurunan tipis di bandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 2,95 triliun.

“Tahun 2023 target kami sebenarnya lebih tinggi, namun dikarenakan beberapa hal maka target tersebut belum tercapai,” ujar Founder dan Group CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan kepada KONTAN, Selasa (9/1).

Baca Juga: Satgas Pasti Kembali Temukan 38 Rekening Bank Terlibat Aktivitas Pinjol Ilegal

Ivan menjelaskan, alasan target pinjaman di tahun 2023 tak tercapai di antaranya dari sisi makro ekonomi sebab suku bunga bank sentral terus meningkat. Menurutnya, ini normal bila terjadi kontraksi dalam kebutuhan pendanaan.

Di tahun 2024 Akseleran menargetkan kenaikan penyaluran pinjaman sekitar 30% menjadi sekitar Rp 3,8 triliun sampai Rp 3,9 triliun.

“Kalau kita lihat belakangan ini BI sudah menahan kenaikan bunga, sehingga kami consider tahun 2024 permintaan pendanaan akan lebih besar,” jelasnya.

Ivan menuturkan, di tahun ini pihaknya memprediksi pinjaman paling besar bakal berada di sektor komoditi seperti pertambangan, oil dan gas, energi serta infrastruktur.

Lebih lanjut, dia menambahkan, pihaknya fokus untuk menyediakan arus kas seperti invoice atau pre order maupun inventory financing tanpa agunan fixed asset yang masih banyak dibutuhkan pelaku usaha.

“Juga melakukan assesmen pinjaman dengan prudent agar tingkat kredit macet (NPL) terus rendah, dan cost of fund kami juga jadinya rendah. Ini penting agar bunga yang kami tawarkan ke borrower tetap kompetitif,” tandasnya.

Baca Juga: Soal Penyelidikan Kartel Bunga Pinjol, KPPU Minta Setiap Pihak Kooperatif

PT Pembiayaan Digital Indonesia yang dikenal dengan AdaKami, mencatat berhasil menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 13 triliun sepanjang 2023. Disebutkan ini melebihi target yang dicanangkan sebesar Rp 12 triliun.

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss mengatakan pihaknya mencatat lebih dari 40% pengguna AdaKami menggunakan pinjaman untuk modal usaha. Di tahun ini, pihaknya menargetkan penyaluran pinjaman yang sama dengan tahun 2023 yakni sebesar Rp 12 triliun.




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×