Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum kenaikan harga emas yang sempat menyentuh level tertinggi memicu kembali minat masyarakat terhadap aset safe haven. Terlebih dengan memanasnya situasi di Timur Tengah.
Namun di tengah fluktuasi pasar, efektivitas investasi tidak hanya bergantung pada satu instrumen. Melainkan juga pada kematangan strategi perencanaan keuangan secara menyeluruh.
Maka, Cermati Fintech Group melalui layanan Cermati Invest mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait pengelolaan risiko dan diversifikasi aset. Upaya ini juga melibatkan PT Supra Boga Lestari Tbk, perusahaan ritel modern yang mengoperasikan jaringan supermarket premium Ranch Market.
Cermati mengajak masyarakat memahami cara memanfaatkan berbagai instrumen investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Topiknya antara lain strategi menabung emas, pengelolaan risiko, serta pentingnya diversifikasi aset agar portofolio tetap stabil di tengah dinamika pasar.
Baca Juga: Perencanaan Keuangan 2026: Panduan Raih Mandiri Finansial
Direktur Cermati Invest, Darwin Soesanto menilai, literasi finansial menjadi fondasi penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Menurutnya, Cermati membekali peserta dengan pemahaman tentang bagaimana mengelola keuangan dengan lebih baik agar aset mereka dapat tumbuh lebih cepat dan optimal.
"Kami berharap edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih produk keuangan yang sesuai dengan target masa depan mereka,” ujarnya, dalam rilis ke Kontan.co.id, Senin (9/3).
Dalam edukasi, Cermati membekali peserta pada berbagai strategi pengelolaan keuangan yang lebih komprehensif. Selain investasi pada saham dan reksadana, juga menyoroti pentingnya instrumen yang lebih stabil. Seperti deposito, serta pemanfaatan teknologi digital yang memudahkan masyarakat berinvestasi emas secara praktis.
Peserta juga mendapatkan panduan mengenai waktu yang tepat untuk melakukan diversifikasi portofolio agar nilai aset tetap produktif sekaligus terlindungi dari tekanan inflasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













