kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45867,20   12,42   1.45%
  • EMAS1.371.000 1,18%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Per Maret 2024, PII Beri Penjaminan 52 Proyek dengan Nilai Investasi Rp 503 Triliun


Kamis, 30 Mei 2024 / 07:22 WIB
Per Maret 2024, PII Beri Penjaminan 52 Proyek dengan Nilai Investasi Rp 503 Triliun
ILUSTRASI. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) memberikan penjaminan 52 proyek, dengan total nilai investasi sebesar Rp 503 triliun.KONTAN/Cheppy A. Muchlis/13/11/2017


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) telah memberikan penjaminan kepada 52 proyek, dengan total nilai investasi sebesar Rp 503 triliun hingga Maret 2024.

Direktur Bisnis PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Andre Permana menyampaikan, proyek tersebut di antaranya merupakan proyek kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), proyek pinjaman langsung BUMN, dan dan proyek BUMN dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

“Kami sudah memberikan penjaminan terhadap 52 projek BUMN. Nilai total investasinya adalah Rp 503 triliun,” tutur Andre dalam media briefing Kemenkeu, Rabu (29/5).

Adapun dari total nilai investasi sebesar Rp 503 triliun tersebut, terdiri dari Rp 301 triliun untuk proyek KPBU. Jumlah proyek KPBU sebanyak 34 proyek baru yang diberikan penjaminan.

Baca Juga: PII Dukung Penguatan Infrastruktur Sektor Air

Proyek-proyek KPBU tersebut diantaranya, Jalintim Riau dengan nilai penjaminan Rp 500 miliar, Spam Pekanbaru Riau sebesar Rp 500 miliar, Spam Bandar Lampung Rp 800 miliar, Tol akses Patimban Rp 5 triliun, Palapa Ring Paket Barat Rp 1,2 triliun, Jalintim Sumatera Selatan Rp 1 triliun.

Kemudian, proyek PG Bekasi senilai Rp 2 triliun, Tol Serang Panambang Rp 8,6 triliun, Spam Regional Jatiluhur Rp 1,7 triliun, Tol Japek II Selatan Rp 14,7 triliun, Tol Batang Rp 67 triliun, Tol Solo Yogya Jalan Kabupaten Madiun Rp 101 miliar, hingga Tol Manado Bitung Rp 4,9 triliun.

Sedangkan beberapa proyek non KPBU di antaranya, kredit modal kerja investasi Perum Damri Rp 97 miliar, obligasi III Waskita Karya Rp 8,1 triliun, Pinjaman cost overrun KCJB Rp 8,41 triliun, dan KEK Mandalika Rp 3,7 triliun.

“Ini (proyek penjaminan) tersebar di seluruh indonesia diberbagai sektor. Dan nanti ada beberapa sektor yang terkait dengan green atau ikut menangani perubahan iklim,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×