kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Perbankan Atur Strategi Jaga Kecukupan Modal Tahun 2026


Rabu, 04 Februari 2026 / 05:30 WIB
Perbankan Atur Strategi Jaga Kecukupan Modal Tahun 2026
ILUSTRASI. Perbankan siap menghadapi tahun 2026 dengan persiapan modal yang solid. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan siap menghadapi tahun 2026 dengan persiapan modal yang solid. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio kecukupan modal (CAR) industri perbankan ada di level 26,05% per November 2025. 

Hingga akhir tahun lalu, sejumlah bank juga mencatatkan posisi CAR yang solid. Misal Bank Negara Indonesia (BNI), dengan CAR sebesar 20,7% per Desember 2025. 

Meski turun dari posisi 21,4% pada akhir tahun 2024, CAR bank saat ini masih jauh di atas ketentuan regulator. Pun, Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena memastikan modal yang kuat itu bakal dimanfaatkan bank dengan maksimal tahun ini. 

Baca Juga: Transaksi Pasar Uang Antar Bank Kembali Bergairah Awal 2026

“Kecukupan modal saat ini memberi ruang bagi BNI mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta mengantisipasi risiko,” ujar Paolo, Selasa (3/2/2026). 

Senada, EVP Corporate Communication & Social Responsibility Bank Central Asia (BCA) Hera F. Heryn juga bilang kecukupan modal bank saat ini bakal dimanfaatkan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul di kemudian hari. Hingga akhir tahun 2025, CAR BCA ada di posisi 29,8%, naik tipis dari posisi 29,4% pada tahun sebelumnya. 

Selain untuk antisipasi risiko, modal tebal juga dimanfaatkan BCA untuk menopang aktivitas usaha dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Hanya saja, Hera tak merincikan lebih lanjut rencana pengembangan yang dimaksud. 

Yang pasti, ia bilang bank terus mencermati perkembangan pasar dan regulasi untuk memastikan posisi permodalan terjaga pada level yang memadai. Pun, dengan modal tebal saat ini, bank bakal berupaya menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat. 

“Sembari tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko,” kata Hera.

Sedikit berbeda, posisi CAR KB Bank terpantau lebih rendah di kisaran 15% per Desember 2025, turun dari posisi 16% pada tahun sebelumnya. Meski, memang masih di atas ketentuan. 

Direktur Utama KB Bank Kunardy Lie menjelaskan, terjadi peningkatan pada aset tertimbang menurut risiko (ATMR) bank seiring pertumbuhan kredit pada akhir tahun lalu. Itulah, kata Kunardy, yang mempengaruhi posisi CAR bank saat ini. 

“Meskipun pertumbuhan modal belum sepenuhnya mengimbangi kenaikan ATMR, posisi permodalan bank tetap dikelola secara prudent untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan," tegas Kunardy. 

Dengan posisi CAR yang tetap berada pada level memadai, Kunardy bilang pertumbuhan bisnis bakal tetap dijalankan secara selektif dan prudent. Penguatan struktur permodalan juga dilakukan melalui beberapa inisiatif, demi menambah kapasitas permodalan bank serta memberikan ruang yang lebih luas untuk mendukung ekspansi usaha secara berkelanjutan. 

Dengan strategi tersebut, KB Bank optimistis mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan ketahanan permodalan di tengah dinamika pasar. Targetnya, pada tahun 2026 ini bank bisa meningkatkan CAR di kisaran 18%. 

Baca Juga: Rencana Alokasi Saham Naik Jadi 20% Dinilai Bawa Dampak Struktural bagi Asuransi Umum

Menurut pengamat perbankan Moch Amin Nurdin, dengan kondisi permodalan saat ini, perbankan memiliki ruang yang cukup luas untuk ekspansi, termasuk untuk penguatan bisnis berbasis komisi maupun investasi pada transformasi digital. 

“Potensi ekspansi terbuka, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan risiko yang terkelola, seperti pembiayaan rantai pasok, UMKM yang bankable, serta sektor-sektor yang didukung kebijakan pemerintah,” jelas Amin. 

Namun begitu, Amin bilang tantangannya kini tak hanya soal ketersediaan modal, tetapi juga kemampuan bank dalam menyeimbangkan pertumbuhan dan kualitas aset.

Ke depan, dan terutama sampai dengan akhir tahun ini, bank diharapkan menjaga kualitas kredit agar risiko pembentukan CKPN tak memberatkan modal. Selain itu, bank juga bisa mengelola pertumbuhan ATMR secara disiplin, serta memastikan profitabilitas tetap terjaga sebagai sumber penguatan modal internal.

Selanjutnya: Penjualan Domestik Lesu, Sektor Otomotif Terselamatkan Berkat Ini

Menarik Dibaca: Kumpulan Link Twibbon Hari Kanker Sedunia 2026, Pakai 4 Februari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×