Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank digital nampaknya masih kesulitan menjaga kondisi likuiditasnya. Sejumlah bank digital masih mencatat likuiditas yang ketat di awal tahun 2026.
Untuk diketahui, regulator menetapkan rasio kredit terhadap simpanan atau loan deposit ratio (LDR) yang sehat berada di bawah angka 92%. Sejumlah bank digital sebenarnya sudah mencatatkan penurunan LDR pada Februari 2026 ini bila dibandingkan periode di tahun sebelumnya.
Pada Februari 2026 ini, LDR paling tinggi dicatatkan Amar Bank (AMAR) yang mencapai 135,62%. Sebenarnya angka LDR Amar Bank telah turun drastis jika dibandingkan Februari 2025 di angka 268,39%.
Baca Juga: Tren Gadai Kembali Normal Usai Lebaran
Lalu ada Allo Bank (BBHI) dengan LDR 123,91%, Bank Jago (ARTO) di level 99%, Krom Bank (BBSI) di level 96,56%, dan Sea Bank di level 94,62%.
Sementara itu, di periode yang sama, Superbank (SUPA) berhasil menurunkan LDR-nya menjadi sebesar 79,56%. Turun dibanding Februari 2025 di angka 113,64%.
Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengklaim, kondisi likuiditas banknya terjaga lebih sehat di awal tahun 2026. Ia bilang ini disebabkan karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat lebih kencang, sementara pertumbuhan kredit lebih moderat.
"Kondisi tersebut terutama didorong oleh keberhasilan strategi penghimpunan dana yang konsisten, baik dari sisi simpanan ritel digital termasuk deposito yang masih mendominasi pendanaan kami," kata Destya kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue guna Penuhi Ekuitas Rp250 Miliar
Strategi utama Allo Bank untuk menghimpun dana murah (CASA) tahun ini adalah dengan menggencarkan volume transaksi harian nasabah. Allo Bank juga masih menawarkan bunga simpanan yang kompetitif, pada Februari 2026 bunga simpanan Allo Bank ada di kisaran 4,00-6,50% tergantung masa simpan.
"Kami juga tetap membuka opsi sumber pendanaan lain berdasarkan peluang yang ada, termasuk kerja sama dengan institutional funding maupun melalui instrumen pasar," tambahnya.
Destya juga mengakui banknya semakin selektif dalam menyalurkan kredit. Terlebih, ia bilang, kondisi pasar saat ini masih dibayangi kehati-hatian dari sisi konsumen maupun pelaku usaha.
Chief Financial Officer Krom Bank, Alvin James Kurniawan juga menyampaikan pendapat serupa. Ia menyebut likuiditas banknya lebih terjaga tahun ini karena pendanaan yang tumbuh pesat.
"Kondisi ini terutama didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang agresif, sebagian besar melalui strategi suku bunga kompetitif," kata Alvin kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).
Suku bunga tabungan Krom Bank saat ini sebesar 6% per tahun. Alvin bilang suku bunga kompetitif masih digunakan sebagai alat akuisisi nasabah di fase ekspansi.
Baca Juga: Init-6 Ventures Menilai Ketidakpastian Ekonomi Jadi Tantangan bagi Modal Ventura
Ke depannya, menurut Alvin, strategi pendanaan banknya akan berubah fokus ke optimalisasi ekosistem digital serta pemanfaatan alternatif funding, seperti pendanaan institusional dan integrasi embedded finance.
Selain itu, Alvin juga bilang rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) banknya masih terjaga baik di angka 1.118%. Berada di atas batas minimum OJK pada angka 100%.
Di sisi lain, BCA Digital tercatat memiliki likuiditas yang sangat longgar. LDR BCA Digital pada Februari 2026 sebesar 59,97%. Ini menandakan bank kurang efisien dalam menyalurkan kredit.
Sebelumnya, Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim mengatakan, total aset banknya di kuartal-1 2026 tumbuh seesar 14% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Yoga bilang, BCA Digital saat ini menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusannya. Sikap ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dunia yang masih belum pasti.
"Kami terus memantau perkembangan situasi, khususnya update geopolitik serta pergerakan harga minyak dunia yang sedikit banyak akan memberikan dampak pada seluruh lini usaha," kata Yoga kepada Kontan pekan lalu.
Rasio LDR Bank Digital Februari 2026
- Krom Bank: 96,56%
- Sea Bank: 94,62%
- BCA Digital: 59,97%
- Allo Bank: 123,91%
- Neo Bank: 54,40%
- Bank Jago: 99%
- Amar Bank: 135,62%
- Superbank: 79,56%
Rasio LDR Bank Digital Februari 2025
- Krom Bank: 115,11%
- Sea Bank: 89,23%
- BCA Digital: 65,79%
- Allo Bank: 121,27%
- Neo Bank: 63,25%
- Bank Jago: 97,07%
- Amar Bank: 268,39%
- Superbank: 113,64%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













