kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.161   17,00   0,10%
  • IDX 7.686   10,05   0,13%
  • KOMPAS100 1.065   2,70   0,25%
  • LQ45 767   2,66   0,35%
  • ISSI 279   2,09   0,75%
  • IDX30 408   1,66   0,41%
  • IDXHIDIV20 493   1,92   0,39%
  • IDX80 119   0,39   0,33%
  • IDXV30 139   2,00   1,46%
  • IDXQ30 130   0,29   0,22%

Saham Big Bank Kompak Turun Tipis di Sesi Pertama Rabu (15/4), Ini Penyebabnya


Rabu, 15 April 2026 / 13:13 WIB
Saham Big Bank Kompak Turun Tipis di Sesi Pertama Rabu (15/4), Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham bank besar alias big banks tercatat kompak turun tipis pada sesi perdagangan pertama hari ini, Rabu (15/4/2026). Adapun big banks sempat menguat pada pembukaan perdagangan.

Secara rinci, penurunan paling besar ada di harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Harga BBCA saat ini berada di Rp 6.700 atau turun 0,74% dibanding penutupan kemarin.

Selanjutnya, harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tercatat berada di Rp 3.720 atau turun 0,53% siang ini.

Baca Juga: Tokio Marine Indonesia dan United E-Motor Hadirkan Perlindungan bagi Pengemudi Ojol

Sedangkan, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diistirahatkan pada Rp 3.450, turun 0,29%. Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun paling sedikit sebesar 0,21% menjadi Rp 4.700.

Seluruh saham big banks sempat menguat pada pembukaan perdagangan pagi tadi, dengan BBRI menguat paling tinggi sampai 1,16%. Akan tetapi, penguatan pada masing-masing saham kemudian mereda dan justru turun harga menjelang pergantian sesi.

Sebelumnya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta telah memproyeksi bahwa harga saham dalam beberapa pekan ini akan terpengaruh oleh pergerakan nilai tukar rupiah.

Nafan menyebut jika rupiah terus melemah, maka ditakutkan tekanan jual dari investor asing akan kembali menguat. Sebab itu, ia mendorong Bank Indonesia (BI) untuk segera mengambil langkah penguatan rupiah.

"Pelemahan rupiah ke kisaran Rp 17.100 per dolar AS seharusnya menjadi sinyal yang kuat bagi BI untuk melakukan intervensi secara agresif demi menjaga stabilitas nilai tukar melalui pasar spot ataupun pasar DNDF," kata Nafan.

Jika rupiah berhasil menguat kembali, Nafan bilang, harga saham big banks kemungkinan akan kembali bangkit dengan melandainya tekanan jual asing.

Baca Juga: Bank Danamon Targetkan Jumlah Nasabah Prioritasnya Naik 10% Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×