kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Tren Gadai Kembali Normal Usai Lebaran


Rabu, 15 April 2026 / 18:53 WIB
Tren Gadai Kembali Normal Usai Lebaran
ILUSTRASI. Kinerja bisnis gadai pasca Lebaran mulai kembali normal setelah mengalami lonjakan pada periode Ramadan dan Idul Fitri. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai Mas Nusantara menyebut kinerja bisnis gadai pasca Lebaran mulai kembali normal setelah mengalami lonjakan pada periode Ramadan dan Idul Fitri.

Corporate Secretary and Legal Gadai Mas Nusantara, Evi Mayanti Situmorang, mengatakan tren tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, kebutuhan pasca Hari Raya, serta fluktuasi harga emas.

“Pasca Lebaran, tren bisnis gadai cenderung kembali normal setelah meningkat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue guna Penuhi Ekuitas Rp250 Miliar

Meski demikian, aktivitas transaksi gadai dinilai masih relatif stabil. Outstanding pembiayaan diperkirakan tetap tinggi dalam satu hingga dua bulan setelah Lebaran.

“Frekuensi transaksi baru menurun namun masih berada di atas level normal. Secara industri, volume transaksi berada di kisaran 70%-85% dari puncak Lebaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, produk gadai tetap mendominasi portofolio pembiayaan industri pergadaian dengan kontribusi di atas 80%. Sebelumnya, per Februari 2026, pembiayaan gadai tercatat mendominasi sekitar 83% atau setara Rp 126 triliun.

Baca Juga: Init-6 Ventures Menilai Ketidakpastian Ekonomi Jadi Tantangan bagi Modal Ventura

Ke depan, Gadai Mas Nusantara menilai produk gadai masih akan menjadi kontributor utama karena prosesnya yang sederhana dan cepat, serta sesuai dengan kebutuhan likuiditas masyarakat.

Untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat, perusahaan memperkuat manajemen risiko, memastikan akurasi penaksiran agunan, serta menjaga likuiditas. Selain itu, peningkatan kualitas layanan dan efisiensi proses juga terus dilakukan agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×