Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Gadai Mas Nusantara menyebut kinerja bisnis gadai pasca Lebaran mulai kembali normal setelah mengalami lonjakan pada periode Ramadan dan Idul Fitri.
Corporate Secretary and Legal Gadai Mas Nusantara, Evi Mayanti Situmorang, mengatakan tren tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, kebutuhan pasca Hari Raya, serta fluktuasi harga emas.
“Pasca Lebaran, tren bisnis gadai cenderung kembali normal setelah meningkat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Asuransi Digital Bersama (YOII) Siapkan Rights Issue guna Penuhi Ekuitas Rp250 Miliar
Meski demikian, aktivitas transaksi gadai dinilai masih relatif stabil. Outstanding pembiayaan diperkirakan tetap tinggi dalam satu hingga dua bulan setelah Lebaran.
“Frekuensi transaksi baru menurun namun masih berada di atas level normal. Secara industri, volume transaksi berada di kisaran 70%-85% dari puncak Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, produk gadai tetap mendominasi portofolio pembiayaan industri pergadaian dengan kontribusi di atas 80%. Sebelumnya, per Februari 2026, pembiayaan gadai tercatat mendominasi sekitar 83% atau setara Rp 126 triliun.
Baca Juga: Init-6 Ventures Menilai Ketidakpastian Ekonomi Jadi Tantangan bagi Modal Ventura
Ke depan, Gadai Mas Nusantara menilai produk gadai masih akan menjadi kontributor utama karena prosesnya yang sederhana dan cepat, serta sesuai dengan kebutuhan likuiditas masyarakat.
Untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat, perusahaan memperkuat manajemen risiko, memastikan akurasi penaksiran agunan, serta menjaga likuiditas. Selain itu, peningkatan kualitas layanan dan efisiensi proses juga terus dilakukan agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













