kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Peringati hari asuransi, Dewan Asuransi Indonesia galakkan sejuta polis untuk negeri


Kamis, 17 Oktober 2019 / 16:15 WIB
Peringati hari asuransi, Dewan Asuransi Indonesia galakkan sejuta polis untuk negeri
ILUSTRASI. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) revisi proyeksi premi asuransi Umum 14% di 2019 dan 17% di 2020

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -NUSSA DUA. Guna mendorong peningkatan penetrasi dan literasi asuransi, Dewan Asuransi lndonesia (DAI) bekerja sama dengan seluruh anggota asosiasi asuransi kembali mengelar event tahunan Hari Asuransi 2019 ke-14 di Bali.

Tema tahun ini Mari Berasuransi, adapun sub tema berupa Sejuta Polis untuk Negeri akan berfokus pada edukasi mengenai pentingnya berasuransi untuk perlindungan jangka kepada sebanyak mungkin masyarakat. 

Baca Juga: AAUI menaikkan proyeksi pertumbuhan premi asuransi umum dari 10% menjadi 14% di 2019

Dalam mengarap acara ini, DAI bekerja sama dengan seluruh anggota asosiasi asuransi umum (AAUI), asuransi jiwa (AAJI), asuransi jaminan sosial (AAJSI), asuransi syariah (AASI), pialang asuransi dan reasuransi (APPARINDO) serta penilai kerugian asuransi (APKAI). Hari Asuransi sendiri jatuh pada setiap 18 Oktober.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi industri untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Indonesia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan ‘lnsurance Day’. Mulai tahun ini berubah nama menjadi 'Hari Asuransi' agar dapat lebih mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

”Melalui tema tahun ini, kami ingin kembali menjabarkan tujuan bersama untuk meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong ketersedian akses dan layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia,” ujar Dadang Sukresna, Ketua Umum DAI di Bali Nusa Dua Center, pada Kamis (17/10).

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penetrasi asuransi di indonesia masih tergolong rendah, baru 3,01% pada 2018. Padahal, asuransi seharusnya menjadi andalan sebagai pelindung dari berbagai risiko di masa depan yang dapat mengancam perencanaan keuangan.

Tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan masyarakat masih menjadi beberapa penyebab utama rendahnya minat masyarakat dalam berasuransi.

Baca Juga: AAUI sebut lima cara menggarap momentum asuransi pada 25 tahun mendatang

Selain itu, kondisi wilayah indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut memengaruhi percepatan penetrasi asuransi kepada masyarakat dan merupakan tantangan tersendiri bagi industri asuransi, agar kegiatan penetrasi tidak hanya berfokus di kota-kota besar.

Untuk itu, dalam pelaksanaannya DAI melakukan berbagai kegiatan yang berfokus pada edukasi dan sosialisasi manfaat berasuransi kepada seluruh lapisan masyarakat, baik untuk kalangan internal maupun eksternal industri perasuransian, termasuk pada kegiatan Hari Asuransi ini.

Untuk mensosialisasikan manfaat berasuransi, DAI melaksanakan program literasi asuransi ke 24 kota sejak September 2019. Hingga saat ini, program ini telah menyentuh 17.277 (jumlah peserta) yang terdiri dari para murid SMA dan SMK.

DAI juga bekerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam melakukan sosialisasi asuransi kepada para pelaku UMKM dan masyarakat pra sejahtera. Fachri Adnan, Ketua Panitia Hari Asuransi 2019 menyatakan Kolaborasi dengan PNM ini ditargetkan dapat menjangkau 1.000 peserta di 10 titik.

“Kotanya di Cirebon, Purwakarta, Depok, Bandung, Tegal, Pasar Minggu, Jember, Banyuwangi, Cimahi dan Tasikmalaya. Salah satu pesan utama yang kami angkat di program literasi ini adalah bagaimana asuransi merupakan salah satu bentuk investasi penting, yang akan sangat diperlukan saat terjadinya risiko atau musibah,” tutur Fachri.

Baca Juga: Wah, Enam Nasabah Gugat Jiwasraya Senilai Rp 40,35 Miliar premium

Puncak rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2019 akan berlangsung di sisi timur Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar, pada 20 Oktober 2019 dan akan dikemas dalam bentuk kemeriahan festival.

Rangkaian acara akan diawali dengan kegiatan funwalk yang diikuti oleh lebih 2.000 peserta yang terdiri dari para insan asuransi dan masyarakat Bali, lalu dilanjutkan dengan kemeriahan karnaval, kuliner, atraksi olahraga ekstrem, dan pertunjukan musik.

OJK optimistis bahwa penetrasi dan literasi yang rutin dilaksanakan oleh seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan, dalam hal ini khususnya industri asuransi akan mendorong peningkatan akses keuangan dan literasi di masyarakat. 

”Dalam konteks yang lebih luas, tema yang diambil ini juga searah dengan program pemerintah yang mencanangkan target keuangan inklusif atau presentasejumlah penduduk dewasa yang memiliki akses layanan keuangan pada lembaga keuangan formal sebesar 75% pada akhir tahun 2019, target tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 tahun 2016,” tutur Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank (IKNB) OJK Riswinandi.

Baca Juga: AAUI soroti milenial pada Indonesia Rendezvous ke-25

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa tahun depan lndonesia akan memasuki periode dengan komposisi jumlah penduduk produktif yang tinggi, Hal ini akan berimplikasi pada meningkatnya demand terhadap asuransi karena sebetulnya lapisan golongan masyarakat ini akan membutuhkan berbagai produk keuangan baik untuk proteksi, investasi, dan lain sebagainya. 

”Potensi tersebut juga ditunjang dengan hegemoni insurance technology (insurtech) yang kian populer, melalui evolusi dalam semua aspek operasional asuransi mulai dari sisi penjualan produk, underwriting hingga pembelian polis Yang bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari. Inovasi ini akan memudahkan perusahaan-perusahaan dalam menjangkau untapped market dan tentunya akan memberikan penga!aman baru pada calon tertanggung," pungkas Riswinandi.


Tag


TERBARU

Close [X]
×