Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah lesunya permintaan kredit, Panin Bank mendorong realisasi kredit dengan meminimalisir jumlah plafon kredit menganggur alias undisbursed loan.
Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo mengungkapkan, jumlah undisbursed loan bank hingga akhir 2025 turun menjadi Rp 37,95 triliun dari posisi Rp 38,67 triliun pada tahun sebelumnya. Ia menjelaskan, pada dasarnya bank memang tengah menggenjot penggunaan kredit oleh nasabah existing sebagai strategi menambal minimnya permintaan dari nasabah baru.
“Panin Bank memilih untuk mendorong nasabah existing agar menggunakan fasilitas kreditnya karena permintaan kredit nasabah baru masih terbatas,” jelas Herwidayatmo kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Bank Mulai Kurangi Penempatan di SRBI, Fokus Dorong Penyaluran Kredit
Memang kalau melihat laporan keuangannya, penyaluran kredit Panin Bank secara keseluruhan cenderung lesu. Per November 2025, jumlahnya hanya sebesar Rp 121.07 triliun. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 128,13 triliun.
Kendati begitu, bank masih optimistis kondisi tahun ini lebih baik. Targetnya, penyaluran kredit bisa tumbuh 6%–8% pada akhir tahun 2026.
Secara keseluruhan, Herwidayatmo bilang pertumbuhan dunia usaha bakal memengaruhi tren pencairan kredit. Ia berharap, dunia usaha bisa lebih kondusif tahun ini. “Dengan begitu nasabah perlu memanfaatkan fasilitas kredit yang telah diberikan oleh PaninBank dengan lebih maksimal,” jelas dia.
Selanjutnya: Digital Realty Bersama dan APJATEL Bangun Kolaborasi Interkoneksi Jaringan Digital
Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













