kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.833   15,00   0,09%
  • IDX 8.913   -12,74   -0,14%
  • KOMPAS100 1.227   -0,49   -0,04%
  • LQ45 867   -1,12   -0,13%
  • ISSI 323   -0,18   -0,05%
  • IDX30 439   -1,13   -0,26%
  • IDXHIDIV20 517   -2,14   -0,41%
  • IDX80 136   -0,06   -0,05%
  • IDXV30 144   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,57%

Bank Mulai Kurangi Penempatan di SRBI, Fokus Dorong Penyaluran Kredit


Kamis, 08 Januari 2026 / 18:39 WIB
Bank Mulai Kurangi Penempatan di SRBI, Fokus Dorong Penyaluran Kredit
ILUSTRASI. Dana Nasabah: Pelayanan nasabah di BAnk CIMB Niaga, Jakarta (KONTAN/Baihaki). Perbankan mulai mempertimbangkan untuk mengurangi kepemilikan pada instrumen Sekuritisasi Rupiah Bank Indonesia (SRBI).


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan mulai mempertimbangkan untuk mengurangi kepemilikan pada instrumen Sekuritisasi Rupiah Bank Indonesia (SRBI), seiring harapan pulihnya permintaan kredit pada tahun ini.

Penyaluran kredit dinilai lebih menarik karena memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan instrumen likuiditas jangka pendek.

Jika mengacu data Bank Indonesia (BI), kepemilikan bank di SRBI senilai Rp 618 triliun per November 2025. Ini menjadi kepemilikan tertinggi bank semenjak ada instrumen ini diperkenalkan pada 2023 silam.

Padahal, total instrumen SRBI sudah banyak turun sekitar Rp 200 triliun yang membuat kepemilikan bank di SRBI mencapai 85,5%. Sebagai perbandingan, kepemilikan bank di SRBI pada November 2024 masih sekitar 62,08%.

Baca Juga: Dana Pensiun BCA Sesuaikan Portofolio SRBI di Tengah Pasar 2025

Meski demikian, beberapa bank mengaku telah mengurangi kepemilikannya di SRBI. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh CIMB Niaga.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang penempatan dana di SRBI sudah jauh berkurang sepanjang setahun terakhir. Lani mengungkapkan penempatan tersebut juga sudah turun 30% secara tahunan (YoY).

“Mayoritas likuiditas kami arahkan ke fee income lewat wealth management,” jelas Lani.

Jika mengacu pada laporan bulanan per November 2025, surat berharga yang dimiliki oleh CIMB Niaga senilai Rp 86,56 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, kepemilikan surat berharga CIMB Niaga senilai Rp 76,57 triliun.

Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan komposisi terbesar penempatan BCA pada surat berharga ada pada obligasi pemerintah. Per November 2025, total dana yang ditempatkan BCA (bank only) pada instrumen surat berharga mencapai Rp 436 triliun.

Baca Juga: Dana Pensiun Kurangi Alokasi SRBI, OJK Ungkap Alasannya

Meski demikian, Hera bilang terdapat pula penempatan dana pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan surat berharga lain. Namun, jumlahnya tak signifikan.

“Penempatan dana pada instrumen surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan, sekaligus mendukung perekonomian nasional,” jelas Hera.

Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah pun mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah tidak memiliki instrumen SRBI lagi. Setidaknya, itu berdasarkan catatan per 31 Desember 2025.

Baca Juga: Kredit Lambat, Kepemilikan Bank di SRBI Bertambah Rp 28,7 Triliun dalam Setahun

Ia menegaskan bank tentu akan lebih mengejar untuk menyalurkan dana yang dimiliki melalui kredit. Mengingat, kredit lebih memberikan imbal hasil yang tinggi dan meningkatkan profitabilitas.

“SRBI hanya instrumen likuiditas jangka pendek yang return-nya terbatas” tandasnya.

Selanjutnya: Kejagung Ungkap Alasan Libatkan TNI Saat Datangi Kantor Kemenhut

Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×