Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank BJB Syariah mencatat lonjakan signifikan pada bisnis pembiayaan emas sepanjang awal tahun 2026 seiring dengan minat masyarakat terhadap investasi emas.
Hingga Februari 2026 pembiayaan emas Bank BJB Syariah tercatat meningkat 118,13% dibandingkan posisi sebelumnya. Nilai pembiayaan naik sekitar Rp95 miliar dari posisi Desember 2025 sebesar Rp528,7 miliar menjadi Rp624,6 miliar pada Februari 2026.
Seiring peningkatan tersebut, jumlah nasabah pembiayaan emas di bank ini juga mencapai 10.709 nasabah.
Direktur Utama Bank BJB Syariah, Arief Setyahadi mengatakan memanasnya situasi di Timur Tengah secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas.
Baca Juga: Penjualan Emas Pegadaian Melonjak 191% hingga Februari 2026
“Memanasnya Timur Tengah memang secara tidak langsung akan berimbas kepada bisnis emas di bjb syariah, yang dapat dilihat dari tren permintaan pembiayaan yang meningkat,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (5/3).
Adapun pembelian emas di Bank BJB Syariah dilakukan melalui skema cicilan atau non-tunai. Nasabah dapat mengajukan pembiayaan cicilan emas dengan datang langsung ke kantor cabang terdekat.
Dalam prosesnya, nasabah mengajukan permohonan pembiayaan dengan melengkapi dokumen yang dibutuhkan serta menyiapkan uang muka sesuai ketentuan bank. Setelah harga emas, besaran uang muka, serta cicilan bulanan disepakati, nasabah dapat melakukan akad pembiayaan dengan pihak bank.
Arief menyebutkan seluruh proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Keseluruhan proses dilakukan dengan service level agreement satu hari atau one day service,” jelasnya.
Ke depan, Bank BJB Syariah memperkirakan tren pembiayaan emas masih akan tumbuh positif, seiring tingginya harga emas global dan meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
Untuk tahun 2026, bank ini menargetkan pembiayaan emas dapat tumbuh hingga 129% dibandingkan posisi Desember 2025.
Dalam mengantisipasi potensi lonjakan permintaan, Bank BJB Syariah juga memperkuat kerja sama dengan berbagai pemasok emas agar ketersediaan stok tetap terjaga.
Selain itu, bank juga menyiapkan strategi digitalisasi guna memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan emas.
“Salah satu strategi yang kami siapkan adalah digitalisasi proses Pembiayaan Kepemilikan Emas melalui mobile banking bjb syariah,” kata Arief.
Dengan langkah tersebut, Bank BJB Syariah berharap dapat mendorong pertumbuhan bisnis emas sekaligus memberikan kemudahan akses investasi bagi masyarakat.
Baca Juga: Perbankan Proyeksikan Biaya Dana Terus Terjaga pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













