Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya dana (cost of fund/CoF) di sejumlah perbankan mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Berkurangnya COF ini salah satunya didorong oleh penurunan BI Rate sebesar 1,25% tahun lalu.
Bank Tabungan Negara (BTN) misalnya, mengungkap CoF banknya terus mengalami penurunan sejak pertengahan tahun 2025 hingga Maret 2026.
Meski tidak menyebutkan kisaran angka, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu optimistis dapat menjaga CoF tetap stabil sampai akhir tahun 2026.
Baca Juga: Mandiri Agen Tembus 112.650, Transaksinya Capai Rp 3,5 Triliun
Direktur OK Bank Indonesia Efdinal Alamsyah menyebut turunnya BI Rate memang berdampak positif terhadap perbankan untuk menurunkan CoF secara bertahap.
Kendati demikian, Efdinal menyebut penurunan CoF OK Bank di sepanjang 2025 tidak sebesar penurunan BI Rate karena masih dipengaruhi oleh struktur dana pihak ketiga (DPK) dan kondisi likuiditas.
Efdinal juga optimistis OK Bank dapat menekan CoF sepanjang tahun 2026.
BCA juga mengupayakan CoF banknya akan terjaga pada tahun ini. BCA menyebut CoF akan terjaga dengan porsi dana murah (current Account Saving Account/CASA) yang terus tumbuh positif.
"Per Desember 2025, CASA tumbuh 13,1% (yoy) mencapai Rp 1.045 triliun, atau sekitar 84,6% dari total DPK. Dana CASA menjadi kontributor utama pendanaan BCA," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, Jumat (6/3).
Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga turut memproyeksikan penurunan CoF. Salah satunya adalah BPD DIY.
Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, memproyekai CoF BPD DIY pada 2026 berada di kisaran 1,05-1,10%, turun dari rata-rata tahun 2025 di 1,14%
Baca Juga: Akses Keuangan Hingga Pelosok, Transaksi Mandiri Agen Tembus Rp 3,5 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













