kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Persaingan bank berebut nasabah konsumer dan korporasi makin sengit


Minggu, 18 Maret 2018 / 11:35 WIB
Persaingan bank berebut nasabah konsumer dan korporasi makin sengit
ILUSTRASI. Penyaluran Subsidi Bunga Kredit Perumahan

Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Pada tahun ini bank berusaha meningkatkan kinerja. Dua sektor yang berpotensi akan banyak menyumbang kenaikan kinerja adalah sektor konsumer dan korporasi.

Oleh karena itu bankir jor-joran untuk berkompetisi memperebutkan nasabah tier 1 di sektor ini. Hal ini tercermin dari riset Mandiri Sekuritas, pada (14/3) lalu.


Dalam riset ini, Tjandra Lienandjaja, Priscilla Thany dan Silvony Gatherie memproyeksi seiring dengan kompetisi memperebutkan nasabah konsumer dan korporasi ini, bank akan berusaha menurunkan suku bunga di kedua sektor tersebut.

Persaingan sektor konsumer paling kelihatan di sektor KPR. Di bisnis KPR, Mandiri Sekuritas mencatat rataan margin bank turun menjadi 9,44% pada 2017 dari tahun 2016 yang sebesar 10,06%.

Seiring dengan hal tersebut, biaya dana juga turun menjadi 3,52% dari sebelunya 3,74%.

Secara umum Mandiri Sekuritas mencatat bank terus berusaha menurunkan suku bunga kredit. Hal ini menyebabkan turunya margin bank yang akhirnya bisa berefek ke NIM atau margin bunga bersih.

Pada akhir tahun lalu, NIM perbankan turun 41 basis poin (bps) year on year (yoy) menjadi 6,28%. Turunnya NIM ini karena margin bank pada kuartal IV-2017 juga turun menjadi 6,17% dari kuartal III-2017 yang sebesar 6,36%. 

Pada tahun ini diproyeksi margin bank akan terus turun seiring dengan persaingan di sektor konsumer dan korporasi.

Namun pada awal kuartal I-2018 NIM bank diproyeksi akan sedikit naik. Hal ini karena bank masih berusaha menurunkan suku bunga deposito seiring tekanan pada suku bunga kredit yang rendah yang bisa berefek ke NIM di kuartal selanjutnya.




TERBARU

Close [X]
×