kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.011   -105,31   -1,72%
  • KOMPAS100 787   -7,28   -0,92%
  • LQ45 594   -5,38   -0,90%
  • ISSI 209   -4,07   -1,91%
  • IDX30 336   -2,75   -0,81%
  • IDXHIDIV20 411   -4,61   -1,11%
  • IDX80 89   -0,78   -0,87%
  • IDXV30 110   -1,30   -1,16%
  • IDXQ30 107   -0,71   -0,66%

Persaingan Dana Kian Ketat, Suku Bunga DPK Naik ke 2,70% pada Mei 2026


Selasa, 23 Juni 2026 / 12:29 WIB
Persaingan Dana Kian Ketat, Suku Bunga DPK Naik ke 2,70% pada Mei 2026
ILUSTRASI. BI melaporkan, rata-rata suku bunga DPK rupiah naik menjadi 2,70% pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 2,65%. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan penghimpunan dana perbankan mulai memanas. Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga simpanan alias dana pihak ketiga (DPK) rupiah kembali meningkat pada Mei 2026 seiring terbatasnya sumber dana murah dan tingginya kebutuhan likuiditas untuk mendukung pertumbuhan kredit.

BI melaporkan, rata-rata suku bunga DPK rupiah naik menjadi 2,70% pada Mei 2026, lebih tinggi dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 2,65%.

Kenaikan bunga simpanan tersebut mengindikasikan perbankan mulai meningkatkan strategi penghimpunan dana untuk menjaga kecukupan likuiditas di tengah kebutuhan penyaluran kredit yang terus bertumbuh.

Baca Juga: Biaya Overhead Perbankan Naik Jadi 3,43% pada April 2026, Ini Penyebabnya

"Dari sisi penghimpunan dana, kenaikan suku bunga DPK rupiah secara bulanan mengindikasikan adanya persaingan penghimpunan dana di tengah terbatasnya sumber dana murah dan meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung pertumbuhan kredit," tulis BI dalam laporannya, dikutip Selasa (23/6/2026).

Meski demikian, BI menilai tekanan biaya dana (cost of fund) masih relatif terkendali. Hal itu tercermin dari kondisi likuiditas perbankan yang secara umum masih terjaga.

Menurut BI, berbagai bauran kebijakan yang ditempuh bank sentral turut membantu menjaga stabilitas likuiditas dan menahan kenaikan biaya dana yang lebih tinggi.

"Dukungan likuiditas melalui bauran kebijakan Bank Indonesia membantu menjaga stabilitas pendanaan perbankan dan mengurangi tekanan kenaikan biaya dana yang lebih besar," jelas BI.

Kendati demikian, bank sentral mengingatkan bahwa tren kenaikan bunga simpanan perlu dicermati karena berpotensi meningkatkan biaya pendanaan perbankan.

Baca Juga: BI: Suku Bunga Kredit Baru Naik ke 9,31% pada Mei 2026

Jika tekanan biaya dana terus meningkat, ruang perbankan untuk menyesuaikan atau menurunkan suku bunga kredit ke depan bisa semakin terbatas.

BI menilai, dinamika suku bunga simpanan dan suku bunga kredit saat ini menunjukkan proses transmisi kebijakan moneter masih berlangsung di tengah penyesuaian kondisi pendanaan dan risiko yang dihadapi industri perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×