Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan Livin’ by Mandiri kini digunakan sekitar 39 juta pengguna atau tumbuh 27% YoY.
Frekuensi transaksinya mencapai 1,24 miliar transaksi atau naik 13% YoY. “Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien hingga ke wilayah terluar,” ujar Novita.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga mencatat pertumbuhan signifikan dari aplikasi wondr by BNI. Hingga Maret 2026, jumlah penggunanya telah melampaui 13 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 454 triliun atau tumbuh 113% YoY.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan platform digital menjadi salah satu pendorong utama penguatan dana murah perseroan.
Tak hanya bank besar, digitalisasi juga menjadi mesin pertumbuhan bank lain. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) misalnya, mencatatkan pertumbuhan solid pada aplikasi Bale by BTN hingga April 2026.
Baca Juga: Likuiditas Longgar, BRI Optimistis Kredit Tumbuh Lebih Kencang
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, jumlah pengguna Bale by BTN kini telah mencapai sekitar 4,1 juta user.
Dari sisi aktivitas transaksi, Bale by BTN mencatatkan sekitar 40 juta transaksi atau tumbuh 87% secara tahunan (YoY). Sementara volume transaksi mencapai Rp44,2 triliun, meningkat 55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Hal ini mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan perbankan digital oleh masyarakat yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam bertransaksi,” ujar Thomas.
Menurut Thomas, pertumbuhan tersebut didorong semakin luasnya pemanfaatan fitur dan layanan digital Bale by BTN untuk berbagai kebutuhan transaksi nasabah.
Mulai dari transfer, pembayaran tagihan, pembelian, hingga transaksi harian lainnya kini semakin banyak dilakukan melalui Bale by BTN.
BTN optimistis tren pertumbuhan transaksi digital masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Perseroan menargetkan jumlah pengguna Bale by BTN dapat melampaui 5 juta user pada akhir tahun nanti.
Selain itu, jumlah transaksi ditargetkan tumbuh sekitar 55%, sedangkan volume transaksi diproyeksi meningkat lebih dari 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Di sisi lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mencatatkan pertumbuhan agresif pada layanan digitalnya melalui aplikasi BYOND by BSI.
Baca Juga: Likuiditas Longgar, BRI Optimistis Kredit Tumbuh Lebih Kencang
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk memperluas basis nasabah.
Saat ini jumlah customer base BSI mencapai 23,7 juta nasabah atau bertambah 9,26 juta nasabah sejak merger pada 2021.
Adapun aplikasi BYOND by BSI yang baru diluncurkan sejak akhir 2024 kini telah memiliki 9,8 juta pengguna yang didominasi generasi milenial dan Gen Z.
- BCA Mobile
- brimo
- MyBCA
- Livin' by Mandiri
- Wondr by BNI
- profitabilitas bank
- Digitalisasi Perbankan
- Byond By BSI
- Bale By BTN
- dana murah bank
- Transaksi Digital Bank
- Ekosistem Digital Bank
- CASA bank
- aplikasi Qita
- strategi multiaplikasi bank
- microservices bank
- cloud-native bank
- pengalaman pengguna bank digital













