Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil menjaga pertumbuhan bisnisnya tetap sehat hingga kuartal 1-2026. Ini tercermin dari kondisi likuiditas dan permodalan yang terus terjaga.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyampaikan hingga kuartal 1-2026, rasio likuiditas (LDR) BRI terjaga di level 86,7%. Menurutnya, tingkat likuiditas yang baik ini akan mampu mendorong pertumbuhan kredit BRI ke depannya.
Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idAA+ untuk BCA Insurance, Prospek Stabil
"Menurut kami masih ideal dalam hal mengelola fungsi intermediary, tidak terlalu ketat namun juga cukup optimal untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depan," tulis Royadi dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/20260.
Dari sisi permodalan, Royadi menyebut Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI hingga kuartal 1-2026 berada di level 22,90%. Angka ini berada jauh di atas ketentuan minimum regulator bagi BRI.
Dengan permodalan yang tebal itu, Royadi optimistis BRI bisa melakukan ekspansi bisnis secara prudent, sekaligus menjadi buffer untuk menghadapi potensi risiko ke depannya.
"Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan, sehingga BRI dapat terus berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Selain itu, BRI juga mencatatkan penurunan biaya dana (COF) dengan memperbesar porsi dana murah. Hingga kuartal 1-2026, COF BRI tercatat sebesar 2,3%, turun dari periode sama tahun sebelumnya di angka 3,0%.
Adapun porsi dana murah dalam struktur pendanaan BRI semakin tinggi. Hingga kuartal 1-2026, porsi dana murah mencapai 68,1% dari total dana pihak ketiga BRI.
Baca Juga: Pertumbuhan Laba Bank Besar Diprediksi Tersendat pada Semester I-2026, Ini Sebabnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













