kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pertumbuhan harga properti residensial melambat


Kamis, 14 Mei 2015 / 16:38 WIB
Katalog Promo JSM Superindo Terbaru 1-3 Desember 2023, Diskon 50% dan Minyak Goreng Harga Spesial.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia sepanjang triwulan I-2015 mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-2015 yang tumbuh sebesar 1,44% secara kuartalan (qtq) atau tumbuh 6,27% secara tahunan (yoy).

Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,54% secara kuartalan (qtq) atau 6,29% secara tahunan (yoy). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara menuturkan, perlambatan pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah, kecuali rumah tipe kecil.

Rumah tipe kecil justru mengalami kenaikan harga lebih tinggi mencapai 1,98% secara kuartalan (qtq) dari kenaikan 1,43% secara kuartalan (qtq) pada triwulan sebelumnya. "Tekanan kenaikan harga yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan II-2015," kata Tirta melalui siaran tertulis yang diterima KONTAN pada Kamis (14/5).

Lebih lanjut Tirta menuturkan, perlambatan kinerja properti juga tercermin dari melambatnya pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan I-2015 menjadi 26,62% secara kuartalan (qtq), dari 40,07% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Perlambatan penjualan  terutama terjadi pada rumah tipe menengah.

"Perkembangan ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR)," jelas Tirta.

Tirta menjelaskan, hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang mencapai 61,82%, menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya.

Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR). Sebanyak 75,45% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×