kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertumbuhan kredit BPR lebih tinggi dari bank umum


Senin, 09 Maret 2015 / 16:59 WIB
Pertumbuhan kredit BPR lebih tinggi dari bank umum
ILUSTRASI. Aktor Choi Hyun Wook dalam drama Korea terbarunya yang berjudul Twinkling Watermelon.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pertumbuhan kredit di kelompok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mencapai 15,58% secara year on year (yoy) di akhir 2014. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit bank umum secara keseluruhan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2014, jumlah kredit yang disalurkan BPR mencapai Rp 68,39 triliun, tumbuh 15,58% dibandingkan akhir tahun 2013 yang mencapai Rp 59,17 triliun.

Pertumbuhan kredit BPR tersebut lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan kredit bank umum. Tahun lalu, jumlah kredit yang disalurkan bank umum hanya tumbuh 11,58% menjadi Rp 3.674,30 triliun.

Raden Soeroso, Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat milik Pemerintah Daerah Se-Indonesia (Perbamida) mengatakan, lebih tingginya pertumbuhan tersebut dikarenakan kredit BPR relatif tak terpengaruh tekanan situasi ekonomi nasional maupun global. "Hal-hal seperti pelemahan nilai tukar Rupiah pada Dollar AS, kalaupun pengaruhnya ada, relatif kecil," kata Raden, Senin (9/3).

Raden menjelaskan, bisnis BPR secara umum amat mengandalkan pemberian kredit pada pelaku usaha mikro. Sementara usaha mikro, meskipun nominal pinjamannya kecil dibanding usaha menengah hingga korporasi, tapi orientasi bisnisnya adalah produksi dalam negeri untuk konsumsi dalam negeri. "Ini yang membuat pertumbuhan kredit BPR relatif baik karena sasarannya memiliki bisnis yang relatif kecil terkena dampak kondisi ekonomi makro yang tak bagus," pungkas Raden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×