Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit investasi perbankan menunjukkan performa luar biasa pada akhir 2025, menjadi penopang utama perbaikan laju pertumbuhan kredit industri.
Berdasarkan laporan Bank Indonesia, kredit investasi per Desember 2025 tumbuh 21,06% secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang 17,98% dan jauh lebih tinggi dari akhir 2024 yang hanya 13,86%.
Sementara itu, total kredit perbankan tumbuh 9,69% secara tahunan pada akhir 2025, membaik dari November yang naik 7,74%.
Baca Juga: Kredit Investasi Masih Jadi Penopang di Tengah Melambatnya Pertumbuhan Kredit
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit investasi menjadi motor utama, sementara kredit modal kerja dan kredit konsumer masih relatif lesu.
Ekonom CELIOS Nailul Huda menilai pemulihan kredit investasi didorong oleh kebijakan pemerintah serta meningkatnya optimisme dunia usaha.
Lonjakan ini, kata Huda, terkait dengan perluasan program makan bergizi gratis, yang meningkatkan kebutuhan pembiayaan jangka panjang untuk dapur produksi, logistik, dan infrastruktur pendukung.
Optimisme pelaku usaha juga tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali menunjukkan ekspansi pada akhir 2025.
Huda menekankan bahwa sektor penyediaan makanan dan minuman, logistik, serta industri terkait program makan bergizi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit investasi.
Baca Juga: Kredit Investasi Perbankan Tetap Melaju Kencang
Namun, ia mengingatkan pemulihan ini belum sepenuhnya berkelanjutan karena masih bergantung pada belanja pemerintah. Ke depan, perbankan disarankan untuk mendiversifikasi kredit investasi ke sektor produktif lain yang lebih berdaya saing.













