kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

KB Bank (BBKP) Genjot Kredit Sindikasi, Ini Strategi Kurangi Risiko Saat Rupiah Lemah


Selasa, 16 Juni 2026 / 15:14 WIB
KB Bank (BBKP) Genjot Kredit Sindikasi, Ini Strategi Kurangi Risiko Saat Rupiah Lemah
ILUSTRASI. KB Bukopin - kontan kilas online (KB BANK/KILAS)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) gencar menyalurkan kredit sindikasi. Hingga pertengahan tahun 2026 ini, KB Bank telah berpartisipasi dalam pembiayaan sejumlah proyek sindikasi mulai PT Petro Oxo Nusantara (PON), PT Mining Industry Indonesia (MIND ID), Princeton Digital Group, PT Starone Mitra Telekomunikasi, dan PT Ainul Hayat Sejahtera.

Wholesales Director KB Bank Widodo Suryadi menilai, skema pemberian kredit bersama-sama bank lain alias sindikasi untuk pendanaan proyek dengan nilai besar lebih efektif. Apalagi saat ini fluktuasi nilai tukar rupiah cukup tinggi. 

Pemberian pinjaman sindikasi, bank jadi tidak perlu menanggung beban risiko yang teramat besar. Eksposur risiko akan lebih terukur karena terbagi kepada setiap lembaga keuangan yang berpartisipasi.

Baca Juga: Perbankan Genjot Bisnis Remitansi untuk Topang Pendapatan Komisi

"Pendekatan ini turut mendukung terjaganya kualitas aset yang sehat sekaligus mengoptimalkan efisiensi permodalan guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ucap Widodo kepada Kontan akhir pekan lalu.

Widodo optimistis penyaluran kredit sindikasi banknya akan terus bertumbuh positif hingga akhir tahun 2026. Ia pun memastikan KB Bank akan selalu mempertimbangkan faktor risiko dalam penyaluran kredit sindikasi.

"Ke depan, peluang pertumbuhan bisnis sindikasi tetap terbuka, didukung oleh pipeline yang solid dan terdiversifikasi di berbagai sektor strategis," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×