kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat ke 8,9% per Februari 2026


Jumat, 27 Maret 2026 / 17:35 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan Kembali Melambat ke 8,9% per Februari 2026
ILUSTRASI. Penyaluran Kredit (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada Februari 2026, meski melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data uang beredar Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pada Jumat (27/3), kredit yang disalurkan perbankan tercatat sebesar Rp 8.420,5 triliun atau tumbuh 8,9% secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 10,2% year on year (yoy).

Secara golongan debitur, pertumbuhan kredit masih ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 13,8% yoy. Sementara kredit perorangan tumbuh lebih terbatas sebesar 3,2% yoy.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh 9,2% per Februari 2026

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit juga menunjukkan tren melambat. Kredit Modal Kerja (KMK) hanya tumbuh 3,7% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4,7% yoy. Perlambatan ini terutama dipengaruhi penurunan penyaluran kredit ke sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian.

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) masih mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 20,0% (yoy), meskipun sedikit menurun dari 22% yoy pada Januari 2026. Pertumbuhan ini terutama terdampak perlambatan di sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan.

Adapun Kredit Konsumsi (KK) tumbuh 6,3% yoy, melanjutkan tren pertumbuhan sebelumnya. Namun, penyaluran kredit kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 7,9% yoy, lebih dalam dibandingkan Januari 2026 yang terkontraksi 9,9% yoy.

Sementara kredit multiguna dan kredit pemilikan rumah (KPR) juga mengalami perlambatan pertumbuhan masing-masing menjadi 8,7% yoy dan 5% yoy.

Di segmen properti, penyaluran kredit tumbuh 13,7% yoy, meski melambat dari bulan sebelumnya yang mencapai 14,1% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit konstruksi yang masih tinggi sebesar 33,6% yoy, sementara KPR dan KPA tumbuh lebih moderat sebesar 5,0% yoy.

Sementara itu, kredit UMKM justru masih mengalami kontraksi sebesar 0,6% (yoy), relatif stabil dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 0,5% (yoy). Berdasarkan skala usaha, kredit mikro hanya tumbuh tipis 0,004% (yoy), sedangkan kredit usaha kecil dan menengah masing-masing terkontraksi 1,5% (yoy) dan 0,4% (yoy).

Jika dilihat dari jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM terutama disebabkan penurunan pada Kredit Modal Kerja yang terkontraksi 4,9% (yoy), sementara kredit investasi UMKM masih tumbuh 9,6% (yoy).

Baca Juga: Indofund: Denda KPPU Tak Ganggu Operasional dan Janji Tetap Patuh GCG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×