kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Perusahaan Gadai Wajib Diversifikasi: Risiko Akibat Volatilitas Emas


Minggu, 11 Januari 2026 / 14:14 WIB
Perusahaan Gadai Wajib Diversifikasi: Risiko Akibat Volatilitas Emas
ILUSTRASI. OJK menyebut kenaikan harga emas adalah peluang positif bagi industri. Taksiran jaminan meningkat, memicu pembiayaan gadai tumbuh 42,88% YoY.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kenaikan harga emas dapat memberikan peluang positif bagi industri pergadaian.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, permintaan gadai emas berpotensi meningkat ke depannya.

"Kenaikan harga emas dapat memberikan peluang positif bagi industri pergadaian melalui peningkatan nilai taksiran jaminan yang memungkinkan peningkatan penyaluran pembiayaan bagi masyarakat," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (10/1/2026).

Meskipun demikian, Agusman menyampaikan perusahaan gadai tetap perlu menjaga diversifikasi agunan. Langkah itu perlu dilakukan guna memitigasi risiko volatilitas harga emas. 

Terkait kegiatan usaha bulion, dia bilang tren kenaikan harga emas juga berpotensi menguntungkan ekosistem bullion, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai.

Baca Juga: Porsi Pinjol Produktif Terjun: Target OJK 50% Terancam Gagal?

Terkait kinerja industri pergadaian terbaru, data OJK mencatat, penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 125,44 triliun per November 2025. Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 42,88% secara Year on Year (YoY).

Secara rinci mengenai kinerja per November 2025, Agusman menyampaikan pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp 102,75 triliun. 

"Nilainya mencakup 81,92% dari total pembiayaan yang disalurkan industri," tuturnya.

Sementara itu, OJK mencatat nilai aset industri pergadaian per November 2025 mencapai Rp 151,16 triliun. Nilainya meningkat sebesar 42,52% secara YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×