kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Piutang Pembiayaan Multifinance Mencapai Rp 501,83 Triliun per Juni 2025


Senin, 04 Agustus 2025 / 15:43 WIB
Piutang Pembiayaan Multifinance Mencapai Rp 501,83 Triliun per Juni 2025
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 501,83 triliun per Juni 2025. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 501,83 triliun per Juni 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan nilai piutang pembiayaan per Juni 2025 tumbuh 1,96% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Pertumbuhan Juni 2025 terbilang melambat, jika dibandingkan posisi Mei 2025.

"Adapun per Mei 2025 tumbuh 2,83% YoY dengan nilai Rp 504,58 triliun," ucapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (4/8).

Agusman menerangkan profil risiko pembiayaan tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) net tercatat sebesar 0,88% per Juni 2025. Adapun angka tersebut sama seperti pencapaian bulan sebelumnya yang juga mencapai 0,88%.

Baca Juga: OJK Catat Pembiayaan Modal Ventura per Juni 2025 Sebesar Rp 16,35 Triliun

Agusman menambahkan Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juni 2025 sebesar 2,55%. Angka itu terbilang membaik, jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 2,57%.

Sementara itu, angka gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat meningkat, menjadi sebesar 2,24 kali per Juni 2025. Adapun posisi April 2025 sebesar 2,20 kali.

"Namun, masih berada jauh di bawah batas maksimum 10 kali," kata Agusman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×