kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PNM Bidik Total Pembiayaan Rp73,82 Triliun di Akhir 2024


Jumat, 01 Maret 2024 / 10:32 WIB
PNM Bidik Total Pembiayaan Rp73,82 Triliun di Akhir 2024
ILUSTRASI. Kontan - BRI Ultra Mikro Kilas Online. Dukungan Untuk UMKM: calon konsumen melihat-lihat busana yang diolah dengan teknik Ecoprint di The Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (10/4). Lippo Malls Indonesia (LMI) mendukung kegiatan melibatkan UMKM yang sejalan dengan komitmen LMI dalam anniversary yang ke-33 tahun ini?yaitu mendukung UMKM untuk dapat kembali berkreasi dengan produk-produk unggulan yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap kebangkitan perekonomian Indonesia. KONTAN/Baihaki/10/4/2022


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses masyarakat di segmen terbawah terhadap layanan keuangan, salah satunya melalui pembentukan Holding Ultra Mikro. Sebagai entitasnya, Permodalan Nasional Madani (PNM) turut gencar memberikan pembiayaan usaha mikro dan kecil.

PNM menyalurkan pembiayaan ultra mikro melalui produk-produk yang dimiliki. Produk PNM yang paling banyak diminati adalah PNM Mekaar, singkatan dari Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera. Selain itu, ada juga produk PNM ULaMM, singkatan dari Unit Layanan Modal Mikro.

PNM meyakini, penyaluran pembiayaan ke segmen ultra mikro di 2024 masih akan positif. “Melihat jumlah penduduk dari data kemiskinan yang masih lebih dari angka 25 juta, PNM melihat pertumbuhan pasar diproyeksikan masih akan sangat baik,” kata L. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM.

Baca Juga: Menilik ULaMM Syariah Sebagai Opsi Pembiayaan UMKM

Dodot memaparkan, untuk meningkatkan bisnis ultra mikro ke depan, PNM akan semakin adaptif terhadap kebutuhan nasabah. Karena itu, PNM terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi informasi. “Sekali lagi, prinsipnya adalah memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” tegas Dodot.

Layanan Mekaar masih akan menjadi produk andalan PNM. Alasannya, produk ini sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha ultra mikro. Selain itu, produk ini menyasar ibu-ibu yang ingin memiliki usaha, sehingga produk ini juga sekaligus menjadi sarana pemberdayaan perempuan.

Bahkan, menurut Dodot, produk Mekaar kini telah menjadi lembaga pemberdayaan terbesar di dunia. “Ini tentu sebuah perjalanan yang baik yang kita tinggal memberikan penyempurnaan pada beberapa aspek yang dibutuhkan,” papar dia.

Berdasarkan rencana bisnis PNM tahun 2024, perusahaan ini menargetkan bisa memberikan pembiayaan kepada 15,95 juta nasabah perempuan pelaku usaha ultra mikro. Untuk itu, PNM akan menambah 126 kantor unit PNM Mekaar, sehingga jumlah kantor akan mencapai 4.678 kantor.

Sementara dalam jangka menengah, yakni hingga 2026, jumlah nasabah PNM Mekaar ditargetkan bisa mencapai 17,50 juta nasabah. Lalu dalam jangka panjang, yakni hingga 2028, jumlah nasabah PNM Mekaar ditargetkan mencapai 19,10 juta number of account (NoA).

PNM menargetkan total penyaluran pemberian jasa pembiayaan baru mencapai Rp 77,23 triliun di akhir 2024. Angka ini naik dari proyeksi di 2023 sebesar Rp 68,73 triliun.

Dari total penyaluran pembiayaan baru tersebut, pembiayaan ULaMM di 2024 ditargetkan mencapai Rp 1,73 triliun, naik dari proyeksi Desember 2023 sebesar Rp 1,56 triliun.

Sementara pembiayaan Mekaar ditargetkan mencapai Rp 73,82 triliun di Desember 2024, naik dari target Desember 2023 di Rp 66,19 triliun. Sisanya merupakan pembiayaan ventura, yang ditargetkan mencapai Rp 1,68 triliun di 2024.

Di segmen syariah, total pembiayaan baru ditargetkan mencapai Rp 60,52 triliun di akhir 2024. Buat perbandingan, target di Desember 2023 adalah Rp 49,59 triliun.

Baca Juga: Simak Cara Akses Pembiayaan ULaMM di Sini

Dari target pembiayaan baru syariah tersebut, target pembiayaan ULaMM syariah mencapai Rp 876 miliar di 2024. Sementara pembiayaan PNM Mekaar syariah ditargetkan mencapai Rp 59,65 triliun. “Kami memastikan akan ada pertumbuhan pada berbagai indikator, baik itu terkait jumlah nasabah, luas wilayah layanan, jumlah karyawan dan berbagai indikator lain,” tegas Dodot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×