kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.158   -144,31   -1,98%
  • KOMPAS100 990   -23,05   -2,27%
  • LQ45 732   -14,44   -1,93%
  • ISSI 252   -6,11   -2,37%
  • IDX30 399   -8,22   -2,02%
  • IDXHIDIV20 499   -11,59   -2,27%
  • IDX80 112   -2,45   -2,15%
  • IDXV30 136   -2,06   -1,49%
  • IDXQ30 130   -2,83   -2,13%

Adira Finance Masih Hati-Hati Tatap Pembiayaan Mobil Baru 2026


Jumat, 09 Januari 2026 / 14:09 WIB
Adira Finance Masih Hati-Hati Tatap Pembiayaan Mobil Baru 2026
ILUSTRASI. Adira Finance (ADMF) bersikap hati-hati memandang prospek pembiayaan mobil baru 2026 karena tekanan pasar. Perusahaan andalkan diversifikasi ke multiguna dan alat berat. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memilih bersikap hati-hati dalam memandang prospek pembiayaan mobil baru pada 2026, seiring kondisi pasar otomotif yang masih menghadapi tekanan.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan, hingga November 2025 pembiayaan mobil baru perusahaan tercatat sebesar Rp 6,7 triliun dengan kontribusi sekitar 18% terhadap total portofolio pembiayaan. Secara tahunan (year on year/yoy), pembiayaan mobil baru masih mencatatkan penurunan.

Meski demikian, Gani menilai terdapat perbaikan tren sepanjang 2025. “Jika melihat pergerakan sejak awal tahun hingga November, trennya cenderung membaik dan terus menunjukkan peningkatan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Adira Finance Luncurkan Produk Hasanah untuk Pembiayaan Haji Plus

Adapun secara bulanan, pembiayaan mobil baru Adira Finance pada November 2025 tumbuh sekitar 2% dibandingkan Oktober 2025. Namun, pertumbuhan tersebut belum cukup kuat untuk mendorong kinerja pembiayaan mobil baru kembali tumbuh secara tahunan.

Untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan di tengah tekanan pasar otomotif, Adira Finance menyiapkan langkah diversifikasi portofolio. Perusahaan memperkuat pembiayaan non-otomotif, seperti produk multiguna (Solusi Dana) serta pembiayaan alat berat, sebagai penopang kinerja perusahaan.

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga kini belum menetapkan target penjualan kendaraan untuk tahun 2026. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat pembiayaan kendaraan baru industri multifinance per Oktober 2025 terkontraksi 3,64% secara tahunan.

Selanjutnya: Lonjakan Harga Emas Bikin Bank Sentral Swiss Untung US$ 33 Miliar

Menarik Dibaca: Tas Mewah Ada Hirarki Khusus Tergantung Brand, Ini Levelnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×