Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mulai memancang target jangka menengah untuk naik kelas menjadi bank kelompok modal inti (KBMI) 4.
Ini seiring dengan resminya BSI menjadi badan usaha milik negara (BUMN) dengan menyandang status sebagai perusahaan Persero.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan, aspirasi tersebut tidak hanya datang dari manajemen, tetapi juga dari pemegang saham.
Menurut Anggoro, setelah BSI resmi berstatus sebagai persero, langkah berikutnya adalah memperkuat jejak dan daya saing agar setara dengan bank-bank besar lain di industri perbankan nasional.
Baca Juga: BSI Beberkan Rencana Penggunaan Dana Rp 10 triliun dari Pemerintah
“Aspirasi untuk menjadi KBMI 4 bukan hanya dari BSI, tetapi juga dari pemegang saham. Harapannya, BSI ke depan memiliki footprint dan kekuatan yang sepadan dengan bank lain,” ujar Anggoro di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, Anggoro menekankan bahwa target menjadi KBMI 4 bukanlah agenda jangka pendek. Perseroan memandangnya sebagai rencana jangka menengah (mid-term), dengan tahap persiapan yang mulai dijalankan sejak tahun ini dan berlanjut pada tahun depan.
“Ini bukan short-term, tapi mid-term. Namun, kami mulai set goals-nya dari sekarang,” jelasnya.
Di sisi lain, BSI berbicara mengenai kebijakan pembagian dividen usai tidak lagi terkonsolidasinya laporan keuangan BSI dari laporan keuangan konsolidasian para pemegang sahamnya.
Seperti diketahui usai menyandang gelar BUMN, pengendali BSI saat ini menjadi PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM.
Baca Juga: Mendorong Ekonomi Hijau, Bank Syariah Indonesia (BSI) Menghadirkan SPKLU di Mesjid
Anggoro menyebutkan bahwa kebijakan dividen ke depan akan sangat bergantung pada arahan pemegang saham pengendali.
Anggoro menjelaskan, sejak terbitnya surat kuasa khusus dari BP BUMN kepada Danantara dan dilakukannya pengalihan pengendalian, saat ini kendali BSI berada di bawah Danantara.
“Terkait dividen, tentu kami menunggu arahan ke depan dari Danantara. Pengendalian ini kan baru berpindah, jadi kita tunggu kebijakannya,” ujarnya.
Dengan arah strategis tersebut, BSI menyiapkan langkah-langkah penguatan permodalan dan kinerja secara bertahap guna menopang ambisi naik kelas menjadi KBMI 4, sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis syariah ke depan.
Asal tahu saja, BSI resmi menyandang status persero pada 23 Januari 2026, usai mendapat persetujuan perubahan anggaran dasar perusahaan yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2025.
Baca Juga: Strategi Bank Aladin Syariah Hadapi Imbauan OJK Hapus KBMI 1
Meskipun sudah menjadi BUMN, komposisi pemegang saham BSI tidak berubah. Saham BSI masih dikuasai oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
Selanjutnya: Industri Batubara Terancam PHK Massal, Ada Apa?
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/2), Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













