kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Pola Pembayaran Global Bergeser,Indonesia Eximbank Perkuat Peran di Pembiayaan Ekspor


Senin, 12 Januari 2026 / 15:31 WIB
Pola Pembayaran Global Bergeser,Indonesia Eximbank Perkuat Peran di Pembiayaan Ekspor
ILUSTRASI. Akses pembiayaan ekspor (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan pola pembayaran dan meningkatnya risiko perdagangan internasional membuka peluang baru bagi Indonesia Eximbank untuk memperkuat perannya dalam pembiayaan ekspor nasional.

Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir transaksi perdagangan global mulai bergeser dari skema Letter of Credit (LC) ke pembayaran non-LC, seiring dengan pesatnya digitalisasi dan perubahan perilaku eksportir serta importir.

“Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi. Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah beberapa dokumen,” kata Suharyanto dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Kerja sama ICD–Indonesia Eximbank Bidik Pembiayaan Syariah Skspor Senilai US$ 30 Juta

Antara lain dokumen yang diunggah adalah pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan approval hingga memantau payment schedule. Dengan demikian, Suharyanto menuturkan arus transaksi akan semakin efisien, cepat, dan aman.

Menurutnya, pergeseran ini juga membuat perlindungan risiko menjadi semakin krusial, khususnya bagi eksportir yang mulai masuk ke pasar-pasar baru dengan profil risiko yang lebih tinggi. Di tengah volatilitas geopolitik dan perubahan kebijakan perdagangan global, risiko komersial dan politik tetap menjadi tantangan utama dalam transaksi lintas negara.

Indonesia Eximbank, yang berfungsi sebagai export credit agency (ECA) Indonesia, memposisikan diri untuk menjawab tantangan tersebut melalui kombinasi produk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor. Salah satunya adalah Trade Credit Insurance (TCI) yang memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar pembeli, baik akibat faktor komersial maupun politik.

Baca Juga: Indonesia Eximbank & Bank ICBC Indonesia Teken Perjanjian Kredit Senilai US$ 250 Juta

Selain itu, Indonesia Eximbank juga menawarkan skema penjaminan kredit bagi perbankan. Dengan status sovereign, penjaminan yang diterbitkan Indonesia Eximbank memiliki bobot risiko lebih rendah dalam perhitungan aset tertimbang menurut risiko (ATMR), sehingga dapat memperluas ruang bank untuk menyalurkan pembiayaan ekspor.

“Melalui produk penjaminan kredit berfitur khusus, bank juga berkesempatan memperoleh pembebasan dari perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang memberi ruang lebih besar kepada perbankan untuk ekspansi kredit yang sehat,” tuturnya.

Ia menambahkan, kombinasi penjaminan dan instrumen guarantee yang mengikuti standar perdagangan internasional memberi fleksibilitas bagi perbankan dan eksportir dalam menyusun skema transaksi, baik untuk pasar domestik yang berorientasi ekspor maupun perdagangan lintas negara.

Baca Juga: Laba Indonesia Eximbank (LPEI) Tumbuh 13% pada Semester I-2025, Capai Rp 101 Miliar

Selanjutnya: Mensos: Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Juga Dapat Bansos dari Pemerintah

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur sampai 15 Januari 2026, Aneka Sarden Mulai Rp 8.900

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×