Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asuransi penting untuk membantu melindungi diri dan keluarga dari berbagai risiko kehidupan. Namun, memiliki asuransi saja tidak cukup. Nasabah perlu memahami polis, memantau kondisinya, dan melakukan review rutin agar perlindungan tetap aktif dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi keuangan yang terus berubah.
Memiliki asuransi Penzing karena biaya kesehatan terus meningkat. Inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8% pada 2026. Sementara itu, pembayaran klaim kesehatan industri asuransi jiwa mencapai sekitar Rp 26,8 triliun pada 2025, atau naik 9,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Astono Hermawan, Chief Product Officer Prudential Indonesia mengatakan, khusus Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unit link, bukan sekadar produk yang dibayar preminya, tetapi perlu dipahami dan ditinjau secara berkala. Nilai Tunai dapat naik atau turun karena kinerja investasi, biaya polis, usia, penarikan dana, cuti premi, dan kenaikan biaya kesehatan.
Unilink merupakan produk ini menggabungkan perlindungan asuransi dan investasi. Nasabah perlu memilih investasi sesuai profil risiko dan kebutuhan keuangannya. “Sebagian Premi digunakan untuk biaya Polis dan sisanya dialokasikan ke investasi dalam bentuk unit yang membentuk Nilai Tunai,” kata Astono dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Prudential Dorong Layanan Perlindungan Relevan
Nilai Tunai dapat berubah sesuai kinerja investasi dan aktivitas Polis, termasuk penarikan dana, cuti Premi, kenaikan biaya asuransi seiring usia, dan inflasi medis. Jika biaya Polis meningkat sementara Premi tidak disesuaikan, Nilai Tunai dapat berkurang. Jika tidak mencukupi untuk membayar biaya Polis, manfaat asuransi, termasuk rider, dapat menjadi tidak aktif (lapsed) sesuai ketentuan Polis.
Seperti tabungan, investasi, dan rencana keuangan, polis asuransi unitlink perlu ditinjau secara berkala. Review membantu memastikan Nilai Tunai, premi, dan manfaat perlindungan tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial, serta mengantisipasi risiko Polis menjadi tidak aktif.
Menurut Astono, memahami cara kerja polis merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang. Kondisi pasar, biaya perlindungan, dan pembayaran Premi dapat memengaruhi Nilai Tunai. Karena itu, nasabah perlu melakukan review secara berkala dan berdiskusi dengan tenaga pemasar agar perlindungan tetap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Ia bilang, Prudential Indonesia juga menyediakan layanan digital melalui PRUServices untuk membantu Nasabah memantau kondisi Polis dan memperoleh informasi mengenai manfaat perlindungan yang dimiliki.
Baca Juga: Prudential Optimistis Unitlink Saham Tetap Cuan dalam Jangka Panjang
Agar perlindungan tetap berjalan, lanjut Astono, nasabah perlu membayar premi tepat waktu dan dapat memanfaatkan fasilitas autodebit agar pembayaran tidak terlewat. Setidaknya setahun sekali, nasabah juga perlu meninjau manfaat, Premi, dan kondisi Nilai Tunai. “Pastikan data kontak seperti alamat, email, dan nomor telepon selalu diperbarui agar informasi penting dari perusahaan dapat diterima tepat waktu,” tambah Astono.
Jika Nilai Tunai mulai berkurang dan terdapat risiko polis atau asuransi tambahan menjadi tidak aktif, lanjut Astono, segera konsultasikan dengan tenaga pemasar atau layanan nasabah. Nasabah dapat memperoleh informasi mengenai pilihan yang tersedia sesuai ketentuan polis, seperti pemulihan (reinstatement), penyesuaian Premi, atau top-up Nilai Tunai.
Pada akhirnya, memiliki asuransi bukan hanya tentang membayar premi, tetapi juga memahami cara kerja dan ketentuan polis. Dengan melakukan peninjauan secara berkala, nasabah dapat membantu menjaga perlindungan tetap aktif dan sesuai dengan kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














