kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Porsi Premi Unitlink Susut Jadi 22,67% per Juli 2025


Rabu, 17 September 2025 / 12:41 WIB
Porsi Premi Unitlink Susut Jadi 22,67% per Juli 2025
ILUSTRASI. Porsi premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink kian menyusut.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Porsi premi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink kian menyusut. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga Juli 2025, kontribusi premi dari lini usaha ini hanya mencapai Rp 23,45 triliun atau sekitar 22,67% dari total premi asuransi jiwa.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyebut, capaian tersebut lebih rendah dibandingkan posisi pada 2024, yang saat itu menjadi penyumbang premi terbesar hingga 28%. 

Baca Juga: Unitlink Pendapatan Tetap Catat Return 5,17% hingga Agustus 2025

“Hal ini diindikasikan adanya pergeseran kepada produk-produk tradisional, seperti endowment,” tulisnya dalam lembar jawaban RDK OJK, Rabu (17/9/2025).

Sebagai informasi, pendapatan premi industri asuransi jiwa per Juli 2025 tercatat mencapai Rp 103,42 triliun. Jumlah tersebut terkontraksi 0,84% secara year on year (YoY).

Baca Juga: Unitlink Berbasis Saham Berkinerja Paling Positif pada Agustus 2025

Dengan adanya penguatan peraturan yang dilakukan terhadap unitlink, OJK berharap implementasinya menghasilkan produk yang mampu berkinerja dengan sustainibility lebih baik dan lebih melindungi kepentingan konsumen.

“Dengan demikian meski proporsinya menurun, produk unitlink menjadi produk unggulan dengan potensi signifikan dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×