Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) semakin fokus memperkuat pertumbuhan dana murah (CASA). Pertumbuhan dana ini didorong guna menjaga kondisi likuiditas.
Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto menyebut, produk tabungan memegang porsi yang sangat besar dalam portofolio dana pihak ketiga (DPK) banknya.
Agus menyebut, per Maret 2026, produk tabungan mendominasi sampai 60,5% dari total DPK bank, atau setara dengan Rp 13,7 triliun.
Untuk mendorong pertumbuhan dana murah, Agus bilang BPD DIY akan mendorong peningkatan bisnis layanan payroll. Bisnis payroll terbukti menjadi sumber pendanaan yang stabil bagi bank.
Baca Juga: Outstanding Paylater Tembus Rp 56,3 Triliun, IdScore Wanti-wanti Risiko Kredit
Bisnis payroll merupakan layanan kerja sama yang diberikan bank dengan suatu perusahaan untuk mengelola gaji karyawan dari perusahaan tersebut. Bisnis ini menjadi salah satu cara bank untuk menghimpun dana dalam produk tabungan dan giro.
"Untuk menjaga kondisi likuiditas, payroll menjadi salah satu cara efektif sebagai upaya untuk menciptakan basis pendanaan ritel yang berkelanjutan," kata Agus kepada Kontan.co.id.
Agus menyebut, sampai Maret 2026, bisnis payroll BPD DIY melayani gaji untuk 79.914 aparatur sipil negara (ASN) daerah, gaji 6.032 ASN vertikal, gaji 11.976 karyawan swasta, serta gaji 46.092 pensiunan.
Baca Juga: Fintech Samir Catatkan Kenaikan Penyaluran Pembiayaan 57% per Maret 2026
Untuk target tahun ini, Agus memproyeksikan total tabungan di BPD DIY untuk tumbuh lebih dari 7%. Pertumbuhan ini utamanya akan didorong melalui bisnis payroll.
Agus memastikan, layanan payroll BPD DIY akan terus berinovasi untuk mempermudah nasabah, terutama dalam aspek digitalisasi. Agus juga bilang, seluruh data dalam layanan payroll akan terjaga keamanannya sejalan dengan server digital yang terus diperkuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













