Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) mencatatkan pertumbuhan kredit UMKM sepanjang 2025, meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi.
Hingga posisi Desember 2025, penyaluran kredit mikro BPD DIY tumbuh 10,67% secara tahunan, sementara kredit kecil naik 1,28%. Kinerja tersebut mencerminkan struktur portofolio UMKM yang masih didominasi oleh segmen mikro.
Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY Raden Agus Trimurjanto menjelaskan, karakteristik DIY sebagai daerah pariwisata turut memengaruhi komposisi penyaluran kredit.
Baca Juga: BPD DIY Salurkan KUR Rp 2,17 Triliun per November 2025 Tumbuh 8,67%
Sektor perdagangan, akomodasi, dan jasa menjadi kontributor terbesar kredit UMKM. Di sisi lain, skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengakses pembiayaan.
Memasuki 2026, BPD DIY optimistis prospek kredit UMKM tetap positif seiring dengan kembali digulirkannya berbagai kebijakan dan insentif pemerintah untuk mendorong sektor usaha kecil.
"Selaras dengan visi dan misi perseroan yang berfokus pada UMKM, BPD DIY menargetkan pertumbuhan kredit UMKM di kisaran 8%–11% pada 2026," ungkap Agus kepada kontan.co.id, Senin (13/1/2026).
Insentif kebijakan seperti RPIM dan KLM dinilai turut membantu perseroan menjaga pertumbuhan kredit UMKM tetap berada di atas ketentuan regulator.
Meski demikian, tantangan masih membayangi penyaluran kredit tahun ini. Kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, serta maraknya alternatif pembiayaan dari pinjaman online menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Baca Juga: BPD DIY Percaya Diri Bisa Menyalurkan 100% Kuota FLPP Hingga Akhir Tahun
Namun, BPD DIY optimistis dapat menjaga kinerja berkat posisinya yang dekat dengan masyarakat, didukung jaringan kantor yang tersebar hingga tingkat kecamatan serta pengembangan digitalisasi aplikasi untuk mempermudah akses kredit.
Dari sisi segmen, kredit mikro diproyeksikan tetap menjadi motor pertumbuhan utama dibandingkan segmen kecil dan menengah.
Untuk menggenjot penyaluran kredit UMKM, perseroan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain penguatan sumber daya manusia di sisi analis kredit, penyempurnaan aplikasi baik untuk nasabah maupun internal, percepatan layanan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta pembaruan ketentuan dan kebijakan agar tetap relevan dengan kondisi terkini.
Selanjutnya: BNI Gas Pol Kredit UMKM Non-KUR, Bidik Pertumbuhan Sehat Dua Digit
Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












