kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

KUR Perumahan Bank BPD DIY Tumbuh Positif, Tembus Rp 8 Miliar hingga Desember 2025


Selasa, 20 Januari 2026 / 17:21 WIB
Diperbarui Selasa, 20 Januari 2026 / 17:38 WIB
KUR Perumahan Bank BPD DIY Tumbuh Positif, Tembus Rp 8 Miliar hingga Desember 2025
ILUSTRASI. Bank BPD DIY (Dok/BPD DIY)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) mulai mencatatkan respons positif terhadap penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan hunian yang terintegrasi dengan tempat usaha.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, mengatakan hingga Desember 2025, total penyaluran Kredit Program Perumahan di perseroan telah mencapai Rp 8 miliar. Permintaan terhadap produk ini dinilai cukup kuat, terutama dari segmen pelaku usaha kecil yang membutuhkan tempat usaha sekaligus hunian.

“Permintaan nasabah relatif kuat, ditopang oleh kebutuhan tempat usaha yang terintegrasi dengan hunian. Hal ini terlihat dari adanya sejumlah nasabah yang mengajukan permohonan sosialisasi terkait Kredit Program Perumahan,” ujar Agus kepada Kontan.co.id, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Alokasi KUR Bank BPD DIY Pada Tahun 2026 Mencapai Rp 1,2 Triliun

Secara skema, Kredit Program Perumahan merupakan pembiayaan perbankan yang dirancang untuk mendukung sektor perumahan baik dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand).

Program ini menyasar pengembang, kontraktor, UMKM sektor perumahan, serta masyarakat pembeli rumah, khususnya segmen berpenghasilan rendah dan menengah.

Pada sisi supply, KPP dimanfaatkan untuk modal kerja pembangunan rumah serta pengadaan bahan bangunan. Sementara pada sisi demand, pembiayaan digunakan untuk pembelian atau pembangunan tempat usaha yang juga difungsikan sebagai hunian.

Skema ini menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan kredit komersial dengan tenor fleksibel sesuai peruntukan.

Agus menegaskan, penyaluran KPP dilakukan melalui proses seleksi yang menyesuaikan profil debitur serta memenuhi persyaratan administratif dan kelayakan kredit. Program ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan rumah sekaligus memperluas akses pembiayaan masyarakat.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Kredit Program Perumahan di Bank BPD DIY hingga saat ini masih berada di level 0%. Meski demikian, bank tetap memperkuat mitigasi risiko sejak tahap awal penyaluran.

“Langkah mitigasi dilakukan melalui pengetatan analisis kelayakan debitur, penguatan penilaian kemampuan bayar, serta pemantauan kredit secara berkala dengan sistem peringatan dini,” jelasnya.

Baca Juga: Bank BPD DIY Catatkan Pertumbuhan Kredit UMKM Sepanjang 2025

Ke depan, Bank BPD DIY menargetkan penyaluran Kredit Program Perumahan pada 2026 sebesar Rp 120 miliar, terdiri dari Rp 100 miliar untuk sisi supply dan Rp 20 miliar untuk sisi demand.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan menjalankan strategi penyaluran yang terarah dan selektif guna menjaga pertumbuhan sekaligus kualitas kredit.

Selain itu, Bank BPD DIY juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, asosiasi pengembang, serta pelaku UMKM, yang disertai dengan program sosialisasi dan pendampingan debitur.

“Dengan prinsip kehati-hatian dan penguatan manajemen risiko, kami optimistis Kredit Program Perumahan dapat mendorong pertumbuhan sektor perumahan secara berkelanjutan tanpa meningkatkan risiko kredit,” pungkas Agus.

Selanjutnya: Strategi Asuransi Asei Dorong Kinerja Laba pada Tahun 2026

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 21 Januari 2026, Pengaruh Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×