kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Potensi besar sistem keuangan sosial syariah


Kamis, 27 Oktober 2016 / 20:35 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

SURABAYA. Bank Indonesia (BI) menyatakan sektor keuangan sosial syariah sebenarnya memiliki potensial. Sektor ini mencakup zakat, wakaf, dan lembaga keuangan mikro nirlaba.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, meskipun perkembangan di sektor keuangan sosial syariah tidak terdokumentasi dengan baik secara global, namun data-data di berbagai negara mengindikasikan potensi yang menjanjikan.

Hal itu disampaikan Agus dalam sambutannya pada acara Indonesia Syari’a Economic Festival di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/10)

"Riset yang dilakukan Institut Riset dan Pelatihan Syariah Bank Pembangunan Islam (IDB) memberikan pandangan positif terhadap perkembangan keuangan sosial syariah,” kata dia.

Agus menjelaskan, potensi penghimpunan zakat di negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara mencapai sekira US$ 30 miliar pada tahun 2011.

Sementara itu, di negara-negara Subsahara Afrika mencapai sekitar US$ 24 miliar pada tahun 2014. Adapun estimasi sumber wakaf cenderung lebih menantang karena tidak adanya data di banyak negara.

Padahal, keuangan sosial syariah memudahkan pemerintah untuk menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas.

“Oleh sebab itu, ini menjadi tantangan nyata kita untuk memformulasikan dan mendifiniskan konsep ekonomi syariah dengan lebih baik untuk mencapai konsep dan implementasi yang baik, sehingga bisa diintegrasikan pada kebijakan ekonomi umum,” jelas Agus.

Secara umum, imbuh Agus, bank sentral mendukung adanya perkembangan ekonomi syariah, baik dalam sisi komersial maupun sosial.

Dengan demikian, sektor keuangan syariah bisa terus berkembang dan sejajar dengan ekonomi konvensional. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×