kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Proses Akuisisi Bank Commonwealth Diharapkan Selesai Paling Lama Di Kuartal III-2024


Kamis, 16 November 2023 / 18:38 WIB
Proses Akuisisi Bank Commonwealth Diharapkan Selesai Paling Lama Di Kuartal III-2024
ILUSTRASI. OCBC NISP telah resmi mengakuisisi 99% saham milik Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Bank Commonwealth (PTBC).


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) telah mengumumkan secara resmi akan mengakuisisi 99% saham milik Commonwealth Bank of Australia (CBA) di PT Bank Commonwealth (PTBC). Di tambah, nantinya akan mengambil 1% saham milik pemegang saham minoritas PTBC.

Presiden Direktur PTBC Lauren Sulistiawati bilang pihaknya akan bekerja sama dengan OCBC Indonesia untuk memastikan kelancaran penyelesaian penjualan dan masa transisi.

Dalam hal ini, Tim manajemen PTBC akan bekerja sama dengan OCBC Indonesia dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan penyelesaian penjualan dan transisi dengan lancar, yang diharapkan akan terlaksana di kuartal kedua atau ketiga tahun 2024.

“Hingga penjualan selesai, bisnis akan terus berjalan seperti biasa bagi nasabah dan karyawan kami, dan kami akan terus memberikan layanan perbankan berkualitas tinggi kepada nasabah PTBC,” ujar Lauren.

Lauren mengungkapkan CBA telah menjalani proses yang tepat untuk memilih pembeli. Itu terjadi saat CBA sedang menjalankan strateginya untuk menjadi lebih efisien dan lebih baik dengan berfokus pada bisnis domestik di Australia dan New Zealand.

Baca Juga: OJK Buka Suara Soal Langkah OCBC NISP Mengakuisisi Bank Commonwealth

Hal ini juga mengikuti penjualan beberapa saham internasional, termasuk PT Commonwealth Life di Indonesia, BoCommLife, dan 10% saham di Bank Hangzhou di Cina.

“CBA mencari organisasi yang kokoh dan bermodal kuat dengan komitmen untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan PTBC ke depannya dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia berpendapat CBA melihat OCBC Indonesia adalah pemegang saham mayoritas baru PTBC yang ideal untuk mengembangkan bisnis ritel dan UKM kedua bank, dengan menyatukan kemampuan-kemampuan dalam bidang UKM, KPR, Joint Finance, Wealth Managementdan Digital Banking dengan menawarkan proposisi yang menarik untuk nasabah-nasabah di Indonesia ke depannya.

Sementara itu, Presiden Direktur, OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja mengatakan rencana akusisi ditujukan untuk memperkuat dan melengkapi kapabilitas OCBC Indonesia dalam memberikan layanan keuangan yang komprehensif baik untuk segmen konsumen dan UMKM.

OCBC melihat PTBC memiliki basis klien yang menarik dan komplementer pada segmen nasabah konsumen dan UKM. Harapannya, penggabungan kemampuan kedua bank akan memperkuat platform OCBC Indonesia dalam mengambil peluang pertumbuhan jasa keuangan di Indonesia.

Baca Juga: OCBC NISP Akuisisi 99% Saham Bank Commonwealth Senilai Rp 2,2 Triliun

“PTBC memiliki kemampuan yang komplementer dalam wealth management dan automative joint financing yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas penawaran produk dan layanan OCBC Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, nilai transaksi dari akuisisi diperkirakan akan mencapai Rp 2,2 triliun. Ini jauh di bawah rumor nilai transaksi sebelumnya di Rp 6,3 triliun hingga Rp 7,8 triliun,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×