kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Prospek Fintech Lending 2026 Masih Cerah, Adapundi Optimistis Tumbuh


Selasa, 07 April 2026 / 16:33 WIB
Prospek Fintech Lending 2026 Masih Cerah, Adapundi Optimistis Tumbuh
ILUSTRASI. Adapundi klaim bisnis fintech lending masih positif di 2026. Ini strategi manajemen risiko dan teknologi mereka agar tetap untung! (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Info Tekno Siaga (Adapundi) menilai prospek bisnis industri fintech lending masih positif pada tahun ini. Direktur Utama Adapundi Achmad Indrawan mengatakan hal itu didukung kebutuhan pembiayaan masyarakat yang masih tinggi.

Untuk mengoptimalkan prospek positif itu, Achmad menyebut pihaknya akan terus memperkuat manajemen risiko dan kapabilitas teknologi yang terus berkembang untuk mendukung penyaluran pembiayaan yang lebih tepat sasaran.

"Pengalaman Adapundi hampir 8 tahun beroperasi telah membangun pondasi bisnis dan manajemen risiko yang kuat, serta kapabilitas teknologi yang terus berkembang untuk mendukung penyaluran pembiayaan yang lebih tepat sasaran," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Dengan kesiapan tersebut, Achmad optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri fintech lending yang makin selektif dan kompetitif.

Baca Juga: Tabungan Haji Bank Syariah Tumbuh Positif, Konflik Global Tak Ganggu Minat Nasabah

Dalam menjaga kualitas pembiayaan, Achmad mengatakan Adapundi menerapkan proses seleksi berbasis analisis data dan credit scoring yang terus diperbarui agar tetap relevan dengan dinamika pasar.

"Selain itu, pembiayaan disesuaikan dengan profil risiko pengguna, underwriting yang matang, serta berfokus pada penguatan kualitas nasabah eksisting melalui strategi collection yang proaktif dan sesuai regulasi," katanya.

Achmad juga menerangkan Adapundi menerapkan program bagi borrower yang membayar secara disiplin sebagai upaya mendorong terbentuknya kebiasaan pembayaran yang sehat.

Asal tahu saja, berdasarkan situs resmi perusahaan, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 Adapundi terbilang sangat rendah, hanya 0,16%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×