Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim pembayaran Tunjangan Hari Rayaa (THR) telah tiba. THR bisa dinikmati untuk merayakan Lebaran, tetapi tetap perlu dikelola dengan bijak. Menyeimbangkan antara kebutuhan dan keinginan akan membantu untuk tetap bisa menikmati momen kebersamaan tanpa menimbulkan tekanan finansial setelah Lebaran.
Hal itu disampaikan Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah. Menurutnya, THR sebaiknya dimaknai sebagai rezeki yang perlu dikelola dengan tujuan jelas. Ia menyarankan empat prioritas penggunaan THR, yakni untuk ibadah seperti zakat dan berbagi, kebutuhan Lebaran, kebutuhan masa depan melalui tabungan atau investasi, serta proteksi keluarga.
“Perencanaan keuangan tidak hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga melindungi aset yang sudah dimiliki agar keluarga tetap aman secara finansial setelah Lebaran,” kata Vivin dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026)
Vivin mengingatkan bahwa kestabilan keuangan merupakan bagian dari rasa aman bagi keluarga, meski sering kali tidak terlihat. Ia menyarankan strategi sederhana untuk mengatur keuangan menjelang Lebaran dengan formula 50–30–20. Artinya, sekitar 50% dana dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran termasuk zakat, 30% untuk tabungan atau rencana masa depan, dan 20% untuk perlindungan finansial seperti dana darurat atau asuransi.
Baca Juga: Prudential Sebut Unitlink Saham Masih Punya Peluang Bertumbuh Tahun Ini
Menurutnya, THR juga bisa menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kondisi keuangan. Setelah beberapa bulan menjalani rutinitas pengeluaran, momen Lebaran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tabungan atau dana darurat. Memiliki cadangan dana akan memberi rasa tenang karena keluarga tetap memiliki perlindungan jika terjadi hal tak terduga.
Selain itu, bagi yang mulai memahami pentingnya perencanaan keuangan, sebagian THR juga bisa dialokasikan untuk investasi. Tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dilakukan secara konsisten sebagai langkah membangun aset jangka panjang, misalnya untuk pendidikan anak atau tujuan keuangan lainnya di masa depan.
Lebaran juga identik dengan berbagi. Menyisihkan sebagian THR untuk zakat dan sedekah tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memberi makna lebih dalam pada perayaan karena rezeki yang diterima dapat membawa manfaat bagi orang lain.
Dalam hal ini, Prudential Syariah merekomendasikan produk PRUCinta untuk keluarga, yaitu asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan finansial jangka panjang terhadap risiko meninggal dunia, termasuk santunan lebih besar jika terjadi karena kecelakaan.
Baca Juga: Ini Strategi Prudential untuk Menggenjot Hasil Investasi pada 2026
Vivin bilang, PRUCinta memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru selama 20 tahun dengan masa pembayaran kontribusi selama 10 tahun. Produk ini juga menyediakan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai yang setara hingga 100% dari total kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak terjadi klaim selama masa kepesertaan.
Selain itu, produk ini juga memberikan manfaat santunan hingga tiga kali lipat jika meninggal dunia akibat kecelakaan, serta hingga empat kali lipat santunan sesuai ketentuan polis jika kejadian tersebut terjadi dalam periode enam minggu sejak tanggal 1 Ramadan yang ditetapkan pemerintah.
Untuk meningkatkan literasi keuangan, Prudential Syariah juga menggelar Festival 1.000 Berkah di Masjid Agung Al-Azhar selama bulan Ramadan, berlangsung dari 19 Februari hingga 14 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan berbagai program seperti edukasi literasi keuangan syariah, edukasi kesehatan, program donasi, konsultasi peluang bisnis, serta pendampingan perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













