Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prudential Syariah terus memperkuat edukasi anak melalui literasi keuangan sekaligus mendorong budaya membaca sejak dini. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap aspek keberkelanjutan.
Terbaru, Prudential Syariah menggelar melalui Pilah Sampah dan Belanja Bareng Yatim, yang mengonversi sampah dari #1 Family Fest menjadi 200 perlengkapan sekolah untuk anak yatim bersama Dompet Dhuafa.
Selain bantuan pendidikan, program ini mendorong pengalaman belajar yang menyenangkan melalui buku cerita dan dongeng. Langkah tersebut dinilai penting di tengah Tingkat Kegemaran Membaca Indonesia 2025 yang masih berada di kategori sedang dengan skor 54,80.
Baca Juga: Antrean Haji Tembus 5,6 Juta Jemaah, Prudential Syariah Bidik Peluang Bisnis Proteksi
Melalui program ini, Prudential Syariah ingin membangun kebiasaan membaca sekaligus memperkenalkan literasi keuangan dan nilai-nilai positif kepada anak sejak dini.
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui program ini, kegiatan memilah sampah dikembangkan menjadi dukungan pendidikan sekaligus upaya menumbuhkan minat baca dan kebiasaan belajar anak sejak dini.” kata Vivin dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Prudential Optimistis Unitlink Saham Tetap Cuan dalam Jangka Panjang
Sebagai bagian dari program tersebut, Prudential Syariah menggelar sesi storytelling yang mengenalkan konsep dasar literasi keuangan, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta berbagi. Anak-anak juga mendapat akses buku dan bacaan untuk mendorong kebiasaan membaca.
Relawan Prudential Syariah turut mendampingi anak-anak memilih perlengkapan sekolah, membaca bersama, dan mengikuti sesi mendongeng. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Community Investment Prudential Syariah yang berfokus pada dampak sosial dan lingkungan berkelanjutan.
“Bagi kami, setiap buku yang dibaca, cerita yang didengar, dan kebaikan yang dilakukan hari ini dapat menjadi bekal bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Vivin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














