kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Tugu Insurance Jaga Kinerja Asuransi Kendaraan di Tengah Penurunan Premi Industri


Selasa, 03 Februari 2026 / 17:53 WIB
Tugu Insurance Jaga Kinerja Asuransi Kendaraan di Tengah Penurunan Premi Industri
ILUSTRASI. Tugu Insurance - kontan kilas online (TUGU INSURANCE/KILAS). Tugu Insurance optimalkan lini bisnis asuransi kendaraan bermotor di tengah tren penurunan premi industri yang masih berlanjut hingga akhir 2025.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) tetap mengoptimalkan lini bisnis asuransi kendaraan bermotor di tengah tren penurunan premi industri yang masih berlanjut hingga akhir 2025.

Direktur Pemasaran Asuransi Tugu Insurance Ery Widiatmoko mengatakan, perlambatan penjualan kendaraan bermotor menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi umum.

“Penurunan penjualan kendaraan bermotor memberikan tantangan bagi industri asuransi umum. Namun, Tugu Insurance tetap melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan perolehan premi asuransi kendaraan bermotor,” ujar Ery kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, strategi tersebut antara lain dilakukan melalui pendekatan direct to end customer, diferensiasi layanan, relevansi produk, serta penguatan kemitraan strategis. 

Baca Juga: Tugu Insurance Jaga Profitabilitas di Tengah Penyesuaian PSAK 117

“Seluruh strategi tersebut dijalankan dengan filosofi Tugu untuk memastikan layanan yang terpercaya, mudah diakses, dan ramah sehingga mampu meningkatkan loyalitas nasabah,” tambahnya.

Dari sisi penguatan bisnis, Ery menyebut Tugu Insurance juga berfokus pada transformasi digital dan peningkatan pengalaman pelanggan untuk menopang pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor.

Perusahaan terus mengembangkan konsep digital access melalui Total Experience, yakni pemanfaatan teknologi untuk menyederhanakan dan mempercepat seluruh proses layanan yang dirasakan nasabah.

Dengan pendekatan ini, nasabah diharapkan dapat menikmati layanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

Baca Juga: Tugu Insurance Sebut Promo Akhir Tahun Masih Berpeluang Angkat Premi Kendaraan

Selain itu, Tugu Insurance juga mempersiapkan seamless end-to-end process melalui integrasi proses bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari akuisisi, underwriting, hingga klaim.

“Integrasi ini bertujuan agar setiap tahapan layanan berjalan lebih lancar, transparan, dan minim hambatan,” jelas Ery.

Meski industri otomotif nasional masih tertekan, Ery menilai dampaknya terhadap kinerja asuransi kendaraan bermotor Tugu Insurance relatif terkendali.

Hal ini didukung oleh strategi perusahaan yang lebih selektif dan prudent dalam pengelolaan risiko, khususnya pada akun dengan rasio klaim yang kurang optimal.

“Secara keseluruhan, kontribusi premi asuransi kendaraan bermotor Tugu Insurance masih stabil,” kata Ery.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 kontribusi premi kendaraan bermotor masih berada di bawah 10% dari total premi perusahaan.

Baca Juga: Tugu Insurance Gelar Pubex 2025, Pertahankan Kinerja Solid dan Perkuat Aspek ESG

Meski belum menjadi lini dominan, Ery melihat peluang pertumbuhan masih terbuka seiring pengembangan produk dan perluasan penetrasi pasar ke depan.

Melansir laporan keuangan Tugu Insurance per Desember 2025, premi perusahaan mencapai Rp 6,37 triliun, meningkat 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,67 triliun.

“Dengan strategi yang tepat, kami melihat potensi untuk meningkatkan peran bisnis asuransi kendaraan bermotor dalam portofolio perusahaan,” pungkasnya.

Adapun berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau turun 4,03% secara tahunan.

Sejalan dengan itu, nilai klaim asuransi kendaraan bermotor juga menurun 3,22% secara tahunan menjadi Rp 7,19 triliun.

Selanjutnya: Persaingan Mobil Murah Ubah Peta Pembiayaan Multifinance

Menarik Dibaca: Eastspring Indonesia dan Maybank Luncurkan Reksadana Campuran Offshore

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×