kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Restrukturisasi kredit terimbas pandemi diklaim terkendali


Rabu, 09 Desember 2020 / 19:38 WIB
Restrukturisasi kredit terimbas pandemi diklaim terkendali
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di salah satu bank swasta di Jakarta, Rabu (1/4). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/01/04/2020.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak seperti beberapa negara lain, restrukturisasi kredit imbas pandemi di Indonesia masih terjaga. Sampai 2 November 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai restrukturisasi mencapai Rp 934,8 triliun yang berasal dari 7,6 debitur, ini setara 17,04% dari nilai penyaluran kredit sampai Oktober 2020 senilai Rp 5.484,9 triliun. 

Sejumlah bank pun menaksir sampai akhir tahun nilai restrukturisasi imbas akan berada di kisaran 20-25% dari portofolio kredit. Komposisi tersebut relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain dimana bisa mencapai di atas 50% portofolio kredit. 

Presiden Direktur PT Bank Panin Tbk (PNBN) Herwidayatmo bilang hal tersebut terjadi lantaran cukup terdiversifikasinya portofolio kredit bank di tanah air. Pun beberapa sektor dinilai masih dapat bertahan bahkan dapat peluang anyar dalam menghadapi pandemi. 

Baca Juga: Kredit konstruksi mulai tumbuh cukup baik memasuki kuartal IV

“Sampai saat debitur kami masih memenuhi kewajiban pembayaran dengan baik. Adapun data terakhir kami sudah merestrukturisasi kredit Rp 28,9 triliun dari 15.497 debitur,” katanya kepada KONTAN, Selasa (8/12).

Adapun merujuk laporan keuangan perseroan sampai September 2020, total Bank Panin telah merestrukturisasi kredit senilai Rp 32,575 triliun atau setara 26,65% dari total portofolio kreditnya senilai Rp 133,455 triliun. 

Meski cenderung dapat dikendalikan, namun beberapa bank lain menaksir restrukturisasi imbas pandemi masih akan menghadapi tantangan. Sehingga ada potensi penurunan kualitas kredit. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya menaksir 10-11% nilai restrukturisasi imbas pandemi akan berubah jadi kredit macet. 

“Harapan kami tentu saja seluruh debitur dapat kembali bangkit, namun kami memang telah mengantisipasi 10-11% portofolio yang direstrukturisasi akan sulit kembali normal,” ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturrdiha pada KONTAN. 

Baca Juga: Ini strategi BRI Life tingkatkan premi unitlink di tahun depan

Sampai akhir Novemerb bank berlogo pita emas ini telah mencatat restrukturisasi imbas pandemi senilai Rp 123,7 triliun yang berasal dari 16,59% dari portotlio kredit perseroan per Oktober senilai Rp 745,220 triliun. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×