kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Restrukturisasi pembiayaan Duniatex di Eximbank akan tergantung cashflow


Rabu, 31 Juli 2019 / 21:19 WIB
Restrukturisasi pembiayaan Duniatex di Eximbank akan tergantung cashflow

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesulitan keuangan yang tengah dialami Duniatex Group belum berdampak kepada kinerja keuangan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atawa Indonesia Eximbank. Ketua Dewan Direktur sekaligus Direktur Eksekutif Eximbank Sinthya Roesly menyatakan, selama ini pembiayaan yang disalurkan kepada Diniatex Group terbilang lancar.

“Selama berintegrasi dengan LPEI tidak pernah terjadi tunggakan, sehari pun, selalu tepat waktu. Kinerja pembayaran mereka sangat baik, tidak pernah missed. Sehingga kami lihat bisnis mereka tumbuh, kewajiban pembayaran mereka juga tepat waktu. Sejauh lihat berita kesulitan keuangan kemarin, tidak ada yang menyangka ini akan terjadi. Sampai saat ini masih lancar,” ujar Sinthya, Rabu (31/7).

Baca Juga: Sejumlah bank berpotensi terpapar gagal bayar Duniatex Group

Sinthya menegaskan Eximbank akan mencari jalan keluar yang terbaik bagi kedua pihak. Dia menyebut Eximbank memiliki eksposur pembiayaan sebesar Rp 3,04 triliun untuk modal kerja dan investasi ekspor bagi Duniatex. Pembiayaan ini digunakan untuk delapan pabrik dari 26 pabrik Duniatex. Juga melibatkan 50.000 pekerja.

Dia menambahkan, Eximbank sudah menyalurkan pembiayaan ke Duniatek sejak 2007 lalu, ketika Eximbank masih berbentuk Bank Ekspor. Sehingga Eximbank sudah beberapa kali memberikan pembiayaan kepada Duniatex.

Baca Juga: OJK nilai gagal bayar Duniatex masalah missmatch likuiditas

“Mereka saat ini sedang pengelolaan cash yang sangat ketat. Oleh sebab itu, kami secara proaktif juga sudah bertemu dengan pemilik perusahaan (Duniatex) untuk solusi bersama. Mereka sudah menunjuk tim konsultan untuk membantu untuk restrukturisasi kreditnya,” jelas Sinthya.




TERBARU

Close [X]
×