kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Riset YouGov: Penggunaan GOPAY tertinggi kalahkan pembayaran elektronik lainnya


Senin, 01 April 2019 / 17:04 WIB
Riset YouGov: Penggunaan GOPAY tertinggi kalahkan pembayaran elektronik lainnya


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Studi lembaga riset YouGov terkait payment methods in indonesia yang dirilis Januari 2019 mecatatkan penggunaan GOPAY sebagai mobile payment (uang elektronik) di kota-kota besar Indonesia menjadi yang paling tinggi.

YouGove melansir, platform milik Gojek itu mengalahkan mobile payment lainnya atau mencapai angka paling tertinggi penggunaan mencapai 80%. Sementara OVO tercatat hanya 60%, PayPal 54%, T-Cash (LinkAja) 46%, dan DOKU Wallet 14%.

Wajar saja, tingginya angka penggunaan GOPAY karena di dalam ekosistem yang ada di Gojek seperti gofood memungkinkan banyak transaksi menggunakan GOPAY.

Adapun studi yang dilansir YouGov itu melibatkan 1.500 responden yang menggunakan internet di seluruh Indonesia dan berlangsung selama sepekan. ”Studi ini juga melibatkan panelis yang sudah bekerjasama dengan YouGov,” kata Senior Business Development Manager YouGov, Riko Rahman dalam keterangan persnya, Senin (1/4).

Dalam studi itu juga mengungkapkan, alasan yang membuat mobile payment menjadi pilihan dalam bertransaksi, salah satunya adalah kepraktisan alias tak perlu membawa uang tunai, serta banyaknya promo. Selain itu disebutnya lantaran menjadi tren dan metode pembayaran terjamin keamanannya.

GOPAY, sambung dia, awalnya menjadi metode pembayaran untuk menggunakan layanan GOJEK. Namun sejak diperkenalkan luas di luar layanan GOJEK, praktis GOPAY menjadi pembayaran seluler yang paling sering digunakan. 

”Ditambah dari besarnya permintaan dari masyarakat yang dalam transaksi sudah bergeser dari awalnya pakai uang tunai menjadi non tunai,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×