Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Return on Investment (RoI) dana pensiun tercatat menurun secara bulanan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun sebesar 0,51% per Mei 2026. Angkanya sedikit menurun dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 0,55%.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menerangkan, pergerakan RoI tersebut dipengaruhi dinamika kondisi pasar keuangan, termasuk pergerakan harga surat berharga dan kondisi pasar modal selama periode berjalan.
"Mengingat sebagian besar portofolio investasi dana pensiun ditempatkan pada instrumen pasar keuangan, maka kinerja investasi akan dipengaruhi oleh perkembangan kondisi pasar," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: OJK: Manfaat Dana Pensiun Sukarela Naik 14,95%, PHK Belum Berdampak Sistemik
Sementara itu, Ogi mengatakan RoI dana pensiun sepanjang tahun ini akan sangat bergantung pada perkembangan pasar keuangan, termasuk kondisi pasar obligasi, pasar saham, tingkat suku bunga, serta strategi pengelolaan investasi masing-masing dana pensiun.
Dia bilang, OJK terus mendorong dana pensiun untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan aset dan liabilitas yang baik, serta melakukan diversifikasi investasi sesuai profil risiko dan ketentuan yang berlaku.
Asal tahu saja, OJK mencatat nilai RoI industri dana pensiun mencapai 8,18% per akhir 2025. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai masih terbuka peluang bagi industri untuk mencapai angka tersebut, tetapi kondisinya akan lebih menantang pada tahun ini.
Baca Juga: BRI-MI Luncurkan Reksadana Syariah Berbasis Dana Abadi, Bidik Tren Investasi ESG
Humas ADPI Syarifudin Yunus menerangkan tantangan tersebut berasal dari volatilitas pasar keuangan global, ketidakpastian arah suku bunga, pelemahan rupiah, serta fluktuasi pasar saham yang membuat kinerja investasi tidak semulus 2025.
"Ditambah, kenaikan BI Rate juga cenderung menekan harga obligasi dalam jangka pendek, sedangkan pasar saham juga lebih sensitif terhadap sentimen global," ucapnya kepada Kontan.
Namun, Syarifudin mengatakan industri dana pensiun memiliki beberapa faktor pendukung untuk memperoleh hasil RoI yang baik pada tahun ini. Dia bilang, salah satunya karena yield obligasi yang relatif menarik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif, serta peluang rebalancing portofolio yang dapat membantu meningkatkan hasil investasi pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














