kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Rupiah Melemah di Atas Level Rp 17.000, Masyarakat Ramai-ramai Jual Dolar


Jumat, 17 April 2026 / 19:19 WIB
Rupiah Melemah di Atas Level Rp 17.000, Masyarakat Ramai-ramai Jual Dolar
ILUSTRASI. Nasabah antre di gerai penukaran mata uang asing Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus-menerus mencatatkan rekor terlemah. Banyak masyarakat yang ingin ambil momentum dengan berbondong-bondong mejual dolarnya.

Pada penutupan pasar spot Jumat (17/4/2026), rupiah tercatat melemah lagi sebesar 0,29% menjadi Rp 17.189 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dari pantauan Kontan Jumat, sejumlah gerai penukaran uang alias money changer diserbu antrean pelanggan yang ingin menjual dolarnya ke bentuk rupiah.

Baca Juga: Hasil RUPST Maybank (BNII): Rombak Manajemen dan Tebar Dividen Rp 580 Miliar

Salah satunya adalah gerai Dolarindo BSD, Tangerang Selatan, yang ramai dipadati pelanggan. Terlihat pelanggan dari segala kalangan duduk berjejer sembari menunggu giliran untuk menjual dolar.

Sembari mengantre, terlihat ada beberapa pelanggan sibuk menghitung lembaran uang dolar fisiknya. Ada juga pelanggan yang mencocokkan kurs di gerai dengan kurs di internet melalui gawainya.

Kepala Cabang Dolarindo BSD, Emil mengatakan, pelemahan rupiah sangat mendorong pertumbuhan transaksi di money changer.

Emil menilai ada masyarakat yang ingin membeli dolar untuk antisipasi bilamana harganya melambung lagi. Akan tetapi, ia mencatat ada lebih banyak pelanggan yang ingin menjual dolar karena ingin mengambil untung.

"Kami akan memberikan harga yang kompetitif dan bahkan bisa nego juga. Kami menyediakan stok lebih untuk kebutuhan customer, baik itu dalam rupiah maupun dolar AS," kata Emil kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Untuk saat ini, per Jumat (17/4), kurs jual dolar AS di Dolarindo senilai Rp 17.195. Sementara, kurs beli dolar AS senilai Rp 17.245. Kurs ini terhitung naik tinggi bila dibandingkan bulan lalu.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Bank Jaga Kualitas Kredit dan Perkuat Permodalan

Emil bilang, hanya dalam waktu setengah bulan saja, kurs jual dolar AS di gerainya terhitung sudah naik hingga 175 poin. Ini karena nilai tukar rupiah yang juga terus mengalami pelemahan.

Ramainya transaksi jual dolar juga terjadi di gerai Dolarasia Tebet, Jakarta. Kepala Cabang Dolarasia Tebet, Pebi Nurpadilah menyebut, antusiasme pelanggan terlihat sangat tinggi.

Dari pagi sampai malam hari, selalu ada pelanggan yang datang dengan amplop dolarnya. Petugas pun tak henti-henti mengoperasikan mesin penghitung uang.

Tidak hanya pelanggan-pelanggan lama, Pebi juga menyebut gerainya kedatangan banyak pelanggan baru bulan ini. Kurs jual dolar AS di Dolarasia per Jumat (17/4/2026) adalah sebesar Rp 17.100. Sementara, kurs beli dolar AS sebesar Rp 17.320.

"Banyak nasabah baru yang menukarkan. Mungkin mereka simpan dari tahun-tahun sebelumnya sembari menunggu kurs naik. Ketika mendengar kurs naik tinggi saat ini, mereka menukarnya," kata Pebi saat ditemui, Jumat (17/4/2026).

Salah satu pelanggan Dolarasia, Heri (43), secara sabar menunggu petugas Dolarasia menghitung uang dolarnya. Heri bilang, uang dolar AS yang ingin dijualnya itu sudah berumur 10 tahun.

Heri tidak ingin kehilangan kesempatan. Menurutnya, ini waktu paling pas untuk menukarkan uang dolar yang telah lama disimpan. Kalau menunggu lebih lama lagi, takutnya nilai jual dolar bakal kembali turun.

"Ini uang sudah lama sekali disimpannya, sudah lebih dari sepuluh tahun. Memang pelemahan rupiah sekarang ini disebabkan oleh banyak faktor ya, dari kebijakan pemerintah sampai kondisi dunia," kata Heri sembari menunggu proses penukaran uang, Jumat (17/4/2026).

Pelanggan lain, Abu (50), adalah seorang ojek online yang juga memiliki simpanan valuta asing (valas). Ada beberapa jenis valas yang ia koleksi, mulai dari dolar AS sampai ringgit Malaysia.

Baca Juga: Rupiah Melemah, BTN Pastikan Cicilan KPR Tak Terlalu Terdampak

Abu bilang, uang valas tersebut dikumpulkan dari insentif yang diberikan oleh turis. Ia mengaku beberapa kali mendapat pesanan ojol dari turis, mereka berbaik hati memberikannya valas tunai.

Setelah lama terkumpul, ia juga menilai ini adalah waktu yang pas untuk menjual valas ke rupiah. Hasil dari uang ini, kata Abu, akan dipakai untuk membantu keperluan rumah.

Analis Global Markets dari Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai, fenomena jual dolar ini merupakan hal yang wajar terjadi. 

Myrdal menilai, aksi jual dolar saat ini masih terjadi dalam porsi yang kecil. Aksi jual ini pun belum akan berpengaruh signifikan terhadap posisi likuiditas valas domestik ataupun pertumbuhan perekonomian ke depannya.

Sementara itu, ia lebih mencermati harga minyak dunia yang masih mengalami kenaikan. Myrdal bilang naiknya harga minyak otomatis akan meningkatkan kebutuhan valas domestik.

Untuk posisi rupiah terhadap dolar AS saat ini, Myrdal bilang pelemahan yang terjadi masih tercatat secara perlahan. Menurutnya, kondisi rupiah baru akan sangat mencemaskan jika terjadi pelemahan secara tajam akibat sentimen tertentu ke depannya.

"Walaupun ya sekarang kami lihat pergerakanya melemah. Namun, pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih relatif bertahap pelan. Jadi masih aman," kata Myrdal saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Waspada Kejahatan Siber, BNI Ingatkan Jangan Asal Klik Link

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×