Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani buka suara terkait turunnya harga saham Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang disinyalir imbas dari peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Rosan menjelaskan, saham Himbara tampak merah sejak beberapa hari sebelum diresmikannya Danantara pada Senin (24/2). Menurutnya, penurunan harga saham tersebut imbas dari turunan peringkat Indonesia di indeks saham dunia.
“Saham ini turun bukan baru satu dua hari, tapi memang sudah mengalami penurunan dan apalagi dari MSCI (Morgan Stanley Capital Indonesia), dari indeks patokan dunia ini memang menurun peringkat Indonesia,” ujarnya di acara CNBC Economic Outlook 2025, di Jakarta, Rabu (26/2).
Baca Juga: Perbankan Akan Tetap Berhati-hati di Bawah Kendali Danantara
Meski demikian, Rosan meyakini, harga saham bank BUMN yang tergabung dalam Himbara akan kembali menghijau. Pasalnya valuasi saham-saham tersebut sudah begitu baik. Dia bilang, naik turunnya harga saham merupakan dinamika yang bisa terjadi.
“Saya meyakini ini saham kita akan rebound kembali, akan kembali naik. Karena kenapa? Kalau saya ini investasi itu percaya dengan fundamental. Fundamental dari BUMN-BUMN kita ini sangat baik,” tandasnya.
Sebagai informasi, pada Senin (24/2), bertepatan dengan peluncuran Danantara, saham BNI (BBNI) tercatat melorot 2,33% menjadi Rp 4.200 per saham. Sementara, saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi sekitar 0,99% menjadi Rp 5.025 per saham.
Hanya saham BRI atau BBRI yang tampak menguat sekitar 0,77% menjadi Rp 3.920 per saham. Namun, saham BBRI masih dalam terkoreksi selama sepekan terakhir sekitar 2,73%.
Selanjutnya: Ada Dugaan Oplos Pertalite ke Pertax, Dirjen Migas Diminta Periksa Kualitas BBM
Menarik Dibaca: Bali Soap Luncurkan Produk Body Butter dan Hand Cream Terbaru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News