Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi penempatan investasi industri asuransi jiwa pada 2025.
Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Harsya Wardhana Prasetyo menerangkan, penempatan investasi industri di instrumen SBN pada 2025 mencapai Rp 248,25 triliun.
"Nilainya meningkat 20,9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Jadi, mayoritas itu masih dipegang SBN," ungkapnya dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga: Produk Tradisional Jadi Penyumbang Premi Terbesar Asuransi Jiwa pada 2025
AAJI mencatat, SBN berkontribusi sebesar 42,04% terhadap total investasi industri yang mencapai Rp 590,54 triliun pada 2025.
Harsya mengatakan, mayoritas penempatan di SBN mencerminkan komitmen industri asuransi jiwa dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional, sekaligus menempatkan dana pada instrumen investasi jangka panjang yang aman dan stabil.
"Hal itu bertujuan untuk menjaga kepentingan para pemegang polis," tuturnya.
Meski ada dinamika pasar saham yang diwarnai gejolak tinggi, AAJI mengatakan instrumen saham masih menjadi salah satu pilihan utama industri asuransi jiwa.
Harsya mengatakan, penempatan investasi asuransi jiwa terbesar kedua berada di instrumen saham dengan nilai Rp 128,72 triliun pada 2025.
Dia bilang nilai penempatan investasi di saham menurun 4,3%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Adapun Kontribusinya sebesar 21,8% terhadap total investasi industri pada 2025.
Selanjutnya, Harsya bilang, penempatan investasi asuransi jiwa terbesar ketiga di instrumen reksadana dengan nilai Rp 74,07 triliun pada 2025. Nilainya naik 7,5%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Kontribusinya sebesar 12,54% terhadap total investasi.
Baca Juga: CIMB Niaga Akui Pertumbuhan Kredit Masih Tertahan pada Februari 2026
Harsya menyampaikan penempatan investasi asuransi jiwa terbesar keempat di instrumen sukuk korporasi dengan nilai Rp 53,45 triliun. Nilai itu meningkat 12,4%, jika dibandingkan pencapaian tahun lalu. Adapun kontribusinya sebesar 9,05% terhadap total investasi.
Posisi kelima ditempati instrumen deposito dengan nilai Rp 31,95 triliun pada 2025. Nilainya menurun 2,9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Adapun kontribusinya sebesar 5,41% terhadap total investasi.
Sisanya, asuransi jiwa menempatkan investasi di instrumen penyertaan langsung, bangunan dan tanah, serta instrumen lainnya.
Adapun AAJI mencatat total penempatan investasi asuransi jiwa pada 2025 sebesar Rp 590,54 triliun. Nilai itu meningkat 9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













