kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sejumlah Multifinance Optimistis Pembiayaan di Semua Segmen Bakal Tumbuh pada 2024


Selasa, 28 November 2023 / 19:39 WIB
Sejumlah Multifinance Optimistis Pembiayaan di Semua Segmen Bakal Tumbuh pada 2024
ILUSTRASI. Sejumlah multifinance optimistis pembiayaan semua segmen akan tumbuh pada tahun depan.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah multifinance optimistis pembiayaan semua segmen akan tumbuh pada tahun depan.

Salah satunya PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) yang yakin pembiayaan akan tumbuh signifikan pada tahun depan. 

Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa memproyeksikan pertumbuhan untuk masing-masing segmen pembiayaan WOM Finance baik multiguna, modal kerja, hingga investasi sekitar 5% hingga 30% bergantung pada jenis pembiayaannya.

"Salah satunya pembiayaan investasi akan tumbuh sebesar 30% pada tahun depan," ucapnya kepada Kontan.co.id, Selasa (28/11).

Baca Juga: BNI Multifinance Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan Sebesar 100% Tahun Depan

Cincin menyampaikan pertumbuhan pada tahun depan ditopang juga dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik dan inflasi yang relatif rendah.

Adapun pada 2024, Cincin menyebut, WOM Finance memproyeksikan pembiayaan baru bisa mencapai Rp 6,5 triliun. atau tumbuh 14% dibandingkan 2023.

Cincin menerangkan segmen pembiayaan multiguna diproyeksikan akan berkontribusi sebesar 57% terhadap total pembiayaan WOM Finance pada tahun depan.

Kata dia, proyeksi itu salah satunya berdasarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan terus bertumbuh pada tahun depan, khususnya sektor UMKM.

Meski optimistis terhadap pembiayaan tahun depan, Cincin mengungkapkan adanya tren kenaikan suku bunga tentunya menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi WOM Finance.

"Namun, dengan kerja sama yang baik dengan pihak perbankan serta dukungan penuh PT Bank Maybank Indonesia Tbk selaku induk perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan optimis dapat memperoleh sumber pendanaan dengan tingkat suku bunga yang terbaik," ujarnya.

Cincin menyampaikan hingga Oktober 2023, WOM Finance telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 4,8 triliun. Nilai itu meningkat 32%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Sementara itu, PT BNI Multifinance atau BNI Finance menargetkan pertumbuhan pembiayaan 100% pada tahun depan di semua segmen. Direktur Bisnis BNI Multifinance Albertus Hendi mengatakan pada tahun depan perusahaannya menargetkan pembiayaan bisa menyentuh angka Rp 6 triliun.

Bukan tanpa alasan, Albertus mengatakan hal itu melihat pencapaian dan pertumbuhan pembiayaan BNI Multifinance pada tahun ini.

"Pembiayaan hingga Oktober 2023 mencapai Rp 2,2 triliun. Kami mengejar hingga 3 triliun pada akhir tahun ini," ucapnya kepada Kontan.co.id, Selasa (28/11).

Secara spesifik, Albertus menyampaikan pembiayaan multiguna perusahaan berpotensi untuk tumbuh lebih baik pada tahun depan. Selain itu, pembiayaan roda empat pada tahun depan juga berprospek cerah, yang mana penjualan kendaraan roda empat prospeknya hampir sama dengan tahun ini.

"Berhubung kami lagi tumbuh sehingga terus ekspansi market, terutama di pembiayaan konsumsi, khususnya kendaraan baru roda empat," katanya.

Albertus tak memungkiri bahwa BNI Multifinance juga perlu mengantisipasi adanya kendala pada tahun depan. Adapun beberapa kendala yang patut diwaspadai, yakni khususnya tahun politik, yang mana perlu kehati-hatian perihal politik dan ekonomi.

Baca Juga: WOM Finance Optimistis Pembiayaan Bakal Tumbuh Signifikan Tahun Depan

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) juga merasa optimistis pertumbuhan pembiayaan terus berlanjut pada tahun depan. Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan hal itu didorong oleh masih baiknya perekonomian Indonesia, yang mana diperkirakan akan terus terjadi pada tahun depan. 

Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan tahun depan juga tak akan terganggu dengan adanya Pemilu 2024. Sebab, momen tersebut hanya akan berjalan sampai Februari 2023.

"Selama ekonomi Indonesia tak terganggu dan politik tak ada ribut-ribut, semua jalan sesuai dengan fungsinya, maka pertumbuhan ekonomi akan tumbuh dan berdampak juga ke pertumbuhan pembiayaan," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (28/11).

Suwandi pun menyampaikan pembiayaan baik investasi, multiguna, dan modal kerja diproyeksikan juga akan naik pada tahun depan. Kalau tahun ini pertumbuhan naik hampir sama di setiap segmen, yakni 16%-17%. 

"Kalau tahun depan, mungkin karena terganggu sekitar 2 bulan awal sepertinya akan moderat di kisaran 11% sampai 13%. Saya, sih, masih optimistis," kata Suwandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×