kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sekitar 85% Portofolio Pinjaman Maucash ke Sektor Produktif, Begini Targetnya di 2024


Rabu, 21 Februari 2024 / 11:46 WIB
Sekitar 85% Portofolio Pinjaman Maucash ke Sektor Produktif, Begini Targetnya di 2024
ILUSTRASI. Di tahun ini Maucash memproyeksikan penyaluran pinjaman sektor produktif tumbuh sekitar 23%./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/09/2019.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Welab Digital Arta atau Maucash menyatakan peningkatan kinerja sejak awal berdiri hingga tahun 2023. Di tahun 2024, platform pinjaman online (pinjol) ini bakal melanjutkan pertumbuhan yang sama dengan tahun 2023.

Direktur Marketing Maucash, Indra Suryawan mengatakan total penyaluran pembiayaan perusahaan mencapai Rp 6,3 triliun sejak awal berdiri hingga saat ini. Di mana, di tahun 2023 penyaluran pembiayaan tumbuh sekitar 23% year on year (yoy).

“Kami paling banyak menyalurkan ke segmen produktif bussiness to bussiness (B2B) dan akan mengembangkan bisnis di segmen tersebut,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (20/2).

Baca Juga: Maucash Nilai Keberadaan Pinjol Ilegal Bawa Dampak Negatif

Indra menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penetrasi yang lebih luas ke segmen produktif, sehingga salah satu produk sektor produktif perusahaan yakni Maumodal bisa berkembang lagi cakupannya.

“Penetrasi yang dilakukan harus lebih dalam dan lebih luas lagi supaya kita bisa makin kuat di bidang tersebut. Itu menjadi plan kita untuk mensupport, memperkuat, dan memperbesar bisnis, volume, dan penetrasi partner-partner market kita di Indonesia,” jelasnya.

Indra menambahkan, di tahun ini Maucash memproyeksikan penyaluran pinjaman sektor produktif tumbuh sekitar 23%. Saat ini, dari total portofolio pinjaman Maucash, sekitar 85% merupakan sektor produktif.

Berdasarkan roadmap OJK tahun 2023-2028 tentang industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) menyebut, penyelenggara Fintech P2P lending ditargetkan menyalurkan 70% pembiayaan ke sektor produktif dan 30% sisanya ke sektor konsumtif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×