kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Sektor Pertambangan dan Penggalian Dominasi Pembiayaan Alat Berat Multifinance


Minggu, 09 Agustus 2026 / 15:11 WIB
Sektor Pertambangan dan Penggalian Dominasi Pembiayaan Alat Berat Multifinance
ILUSTRASI. Sektor pertambangan dan penggalian mendominasi penyaluran pembiayaan alat berat di industri multifinance. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor pertambangan dan penggalian mendominasi penyaluran pembiayaan alat berat di industri multifinance. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan alat berat multifinance ke sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 27,13 triliun per Juni 2026.

"Didominasi sektor pertambangan dan penggalian yang mencakup 55,76% terhadap total penyaluran pembiayaan alat berat," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8/2026).

Agusman mengatakan secara total, penyaluran pembiayaan alat berat industri multifinance tercatat sebesar Rp 48,65 triliun per Juni 2026. Adapun nilainya terkontraksi tipis 0,22%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Laba Trust Finance (TRUS) Anjlok 72% Jadi Rp 4,5 Miliar pada Semester I-2026

Meski secara total pembiayaan alat berat mengalami kontraksi, Agusman memperkirakan lini bisnis tersebut dapat membaik hingga akhir 2026.

"Hal itu seiring dengan perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat," ungkap Agusman.

Meski demikian, Agusman sempat menyebut kinerja pembiayaan alat berat akan dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tekanan harga beberapa komoditas.

Sebagai informasi, OJK mencatat, nilai piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 1,88% secara tahunan atau Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 511,26 triliun per Juni 2026. Agusman menerangkan kinerjanya didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 6,36% YoY.

Baca Juga: Porsi Pembiayaan Produktif Industri Multifinance 44,4%, Masih di Bawah Target OJK

Adapun angka Non Performing Financing (NPF) gross industri multifinance per Juni 2026 sebesar 3,01%. Angkanya terbilang membaik atau menurun, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,06%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×