kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Selama Juni Kredit yang Terkucur Capai Rp 28 Triliun


Rabu, 22 Juli 2009 / 09:17 WIB
Selama Juni Kredit yang Terkucur Capai Rp 28 Triliun


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perbankan mulai getol menyalurkan kredit. Bank Indonesia mencatat sepanjang Juni 2009 saja aliran kredit baru mencapai Rp 28 triliun. Sebagian besar kredit tersebut mengucur untuk sektor usaha perkebunan dan juga infrastruktur.

Meski aliran kredit tersebut masih jauh lebih rendah dibanding angka Juni tahun lalu yang mencapai Rp 52,3 triliun, tampaknya BI sudah cukup puas. "Jadi rata-rata penyaluran kredit perbankan per minggu pada Juni lalu mencapai Rp 7 triliun," Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Hadad, di sela acara peresmian Museum BI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (21/7).

Sebagian besar aliran kredit kredit itu mengucur ke proyek -proyek infrastruktur milik pemerintah, seperti proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt. "Jika kita dibedakan penggunaannya, kredit konsumsi dan investasi masih seimbang," tambahnya.

Muliaman juga mengungkapkan, jika perbankan konsisten mengucurkan kredit hingga akhir tahun sebesar kucuran pada Juni lalu, kemungkinan besar target pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 15% bisa tercapai.

Sebab pada Juni lalu, Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah pernah mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan kredit 15% perbankan harus mengucurkan kredit baru per minggu Rp 7 triliun sepanjang semester II 2009 ini.

Muliaman juga mengungkapkan, perbankan sudah menurunkan suku bunga kreditnya. Meski tak merinci berapa penurunanya, Muliaman berseloroh, "Lihat saja iklan-iklan kredit bank," katanya.

Fakta itu menunjukkan perbankan sudah melihat bahwa faktor risiko pengucuran kredit sudah sedikit demi sedikit sudah berkurang. Sehingga mereka mulai mengalirkan dana masyarakat ke kredit.

Apalagi kondisi likuiditas saat ini sudah tidak menjadi masalah bagi bank. Bank telah menyiapkan likuiditas mereka untuk menyalurkan kredit pada semester II 2009 ini. Beberapa bank telah menyampaikan revisi target kredit mereka sepanjang 2009 menjadi lebih besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×