kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Semester I, laba bank asing naik 45,2%


Rabu, 31 Agustus 2016 / 20:56 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sepanjang semester I 2016, bank asing membukukan kinerja cukup bagus. Hal ini tercermin dari laba bersih bank asing yang naik 45,19% year on year (yoy) menjadi Rp 4,93 triliun. Kenaikan laba bersih ini didukung kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 12,37% yoy, serta penurunan beban operasional sebesar 26,91% yoy.

Walau terjadi kenaikan kinerja, tercatat kredit bank asing turun sebesar 6,65% yoy menjadi Rp 248,9 triliun . Sedangkan dari sisi dana pihak ketiga (DPK) masih naik tipis 0,2% yoy menjadi Rp 200 triliun.

Dari sisi kualitas kredit tercatat non performing loan (NPL) naik 71 bps menjadi 2,4%. Kenaikan NPL diimbangi dengan CKPN yang naik 71% yoy menjadi Rp 7,9 triilun.

Kinerja bank asing diperkirakan akan lebih bagus lagi pada semester kedua 2016. Hal ini didukung beberapa faktor, salah satunya adanya program tax amnesty. Seperti diketahui, dari 18 bank peserta tax amnety beberapa diantaranya merupakan bank asing.

Sejumlah bank asing tercatat sudah mempunyai strategi pada semester 2 2016 untuk meningkatkan kinerja. Chief Financial Officer (CFO) Standard Chartered Bank Indonesia, Lea Kusumawijaya mengatakan, kinerja bank asing pada semester kedua akan banyak dipengaruhi pemulihan kondisi makro ekonomi secara menyeluruh.

Menurut Lea, Standard Chartered Bank terus mengembangkan strategi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di segmen komersial dan korporasi. “Di samping itu, kami juga akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan mempertahankan manajemen risiko yang kuat sejalan dengan prinsip prudensial,” ujar Lea, Rabu, (31/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×